Memahami Angka-Angka Tekanan Darah

oleh
Pemeriksaan tekanan darah. Dok: Mediskus

KH,- Pengukuran tekanan darah menjadi hal yang esensiil dalam pemeriksaan kesehatan. Saat memeriksakan kesehatan ke dokter, bidan, atau pun mantri kesehatan di desa Anda, maka pemeriksaan tekanan darah menjadi langkah pertama sebelum pemeriksaan lainnya dan pengambilan tindakan medis.

Pada umumnya, masyarakat mengenal tekanan darah 120/80 disebut normal. Tekanan mencapai 150/90 lagi “darting” (darah tinggi), lantas biasanya justru masyarakat malah memberi diagnosis sendiri sedang mengalami stress, lagi mudah marah, lagi banyak menghadapi masalah, dan lain-lainnya.

Nah, apa sesungguhnya makna angka-angka dalam pengukuran tekanan darah. Mari pahami secara mendasar apa sesungguhnya yang disebut tekanan darah berikut makna angka-angka hasil pengukurannya.

Tekanan darah merupakan tekanan yang terjadi pada pembuluh darah arteri ketika darah kita di pompa oleh jantung untuk di alirkan ke seluruh anggota tubuh. Ketika kita mengukur tekanan darah, maka hasilnya akan ditulis misalnya sebagai berikut 120/80 mmHg. Nomor atas (120) disebut tekanan darah sistol (sistolik), sedangkan nomor bawah (80) menunjukkan disebut tekanan darah diastol (diastolik).

Satuan tekanan darah adalah milimeter hydrargyrum atau air raksa disingkat mmHg. Sehingga cara membaca tekanan darah tersebut yaitu seratus dua puluh per delapan puluh milimeter air raksa (Hg).

Tekanan Darah Sistolik

Tekanan darah sistolik merupakan tekanan darah yang terjadi pada saat otot jantung berkontraksi (mengencang dan menekan). Tekanan sistolik disebut juga tekanan arterial maksimum saat terjadi kontraksi pada lobus ventrikular kiri jantung. Seperti telah disebutkan di atas, pada format penulisan, tekanan sistolik ditulis sebagai angka pertama (pembilang). Contohnya, tekanan darah 120/80 mmHg artinya tekanan darah sistoliknya adalah 120 mmHg.

Tekanan Darah Diastolik

Tekanan darah diastolik merupakan tekanan yang terjadi pada saat otot jantung beristirahat atau tidak sedang berkonstraksi (melonggar). Pada format penulisan, tekanan diastolik ditulis sebagai angka kedua (pembilang). Contohnya, tekanan darah 120/80 mmHg artinya tekanan darah diastoliknya adalah 120 mmHg.

Tekanan darah untuk setiap orang bervariasi secara alami. Tekanan darah pada bayi dan anak-anak secara normal jauh lebih rendah daripada dewasa. Dipengaruhi juga oleh aktivitas fisik dan waktu, Tekanan darah akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah paling tinggi di pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Pemeriksaan Tekanan Darah

Periksalah tekanan darah (tensi) Anda minimal setiap 2 tahun sekali dimulai pada usia 18 tahun. Untuk usia di atas 40 tahun sebaiknya diperiksa lebih sering lagi. Untuk dapat memeriksa tekanan darah, mintalah bantuan perawat atau dokter, mereka akan mengukur tekanan darah Anda dengan cara menempatkan manset di sekitar lengan atas Anda dan memompa manset dengan udara sampai terasa kencang.

Hal ini biasanya memakan waktu kurang dari satu menit. Anda juga dapat memeriksa tekanan darah Anda sendiri dengan mesin pengukur tekanan darah elektrik, yang dapat Anda beli di toko alat kesehatan atau apotek.

Membaca Hasil Pemeriksaan Tekanan Darah

Setelah tekanan darah diukur tentukan hasilnya apakah normal, rendah, atau malah tinggi.

  • Tekanan darah normal = lebih rendah dari 120/80 mmHg.
  • Tekanan darah rendah = 90/60 mmHg atau lebih rendah.
  • Tekanan darah tinggi = 140/90 mmHg atau lebih.
  • Tekanan darah antara normal dan tinggi (misalnya, 130/85 mmHg) disebut prehipertensi.

Lebih lengkapnya, JNC 7 (Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure) memberikan klasifikasi Tekanan Darah, sebagai berikut:

Klasifikasi tekanan darah menurut JNC-7. Dok: Mediskus.

Berapakah hasil tekanan darah atau tensi Anda? Jika normal pertahankan. Apabila hasilnya tidak normal alias rendah atau tinggi, maka konsultasikan lebih lanjut dengan dokter agar segera dapat diatasi permasalahan kesehatan yang terindikasi dari pemeriksaan lanjutan yang dilaksanakan.

***

Sumber: Mediskus