Melalui Pelatihan, Diharapkan Ibu-Ibu Kelak Menjadi Produsen Oleh-Oleh

oleh
Pelatihan bagi pelaku usaha dan ibu-ibu di Desa Piyaman, Wonosari. foto: istimewa.

WONOSARI, (KH),– Untuk mendorong munculnya wirausaha baru serta agar semakin berdayanya wirausaha rumahan yang sudah dirintis, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Gunungkidul menggelar pelatihan pembutan produk olahan makanan.

Kabid UKM Dinas Koperasi Dan UKM, Sutaryono, S.Sos. menyampaikan, pelatihan digelar di Desa Piyaman selama 4 hari. Dua hari digunakan untuk teori sementara 2 hari lainnya dimanfaatkan untuk praktek produk olahan makanan.

“Pelatihan pembuatan produk olahan makanan juga diproyeksikan mendukung pariwisata Gunungkidul, yakni dalam rangka menyediakan oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Gunungkidul,” terangnya, Kamis, (11/4/2019).

Lebih jauh disampaikan, bahan baku yang digunakan untuk membuat aneka produk olahan makanan memanfaatkan bahan baku lokal.

“Yang dibuat ada stick buah pepaya, bolu pisang, selai pisang, keripik pisang, roti dari ketela dan lain-lain,” ungkap Sutaryono.

Bahan baku tersebut cukup melimpah di sekeliling warga. Misalnya saja buah papaya, umumnya masyarakat hanya memakan buahnya atau membuatnya menjadi sayur. Untuk itu pelaku usaha diberi pelatihan agar ada inovasi olahan sehingga membuka peluang ekonomi.

Begitu juga dengan bahan baku ketela, selama ini hanya dibuat tape, tetapi dengan pelatihan pelaku usaha dan peserta yang umumnya ibu-ibu menjadi tahu bahwa ketela dapat diolah menjadi bolu atau roti.

Ditambahkan, jika ibu-ibu nanti telah mahir mengolah, harapannya dapat membantu perekonomian keluarga.

Baca Juga: Inilah 3 Produsen Peyek yang Turut Mensuplay Pusat Oleh-Oleh

 

Sambutan atau antusiasme masyarakat mendapat pelatihan cukup baik. Salah satu peserta, Iswanti mengaku beruntung mendapat pelatihan. Dirinya berharap bagi peserta yang belum memiliki usaha kelak dapat merintis usaha produk olahan makanan.

Komentar

Komentar