Mebelair Antik Dari Akar Kayu Terkendala Pemasaran

Rohmad bersama rekannya dengan produk mebel buatannya. KH/ Hari.

PLAYEN, (KH)— Cukup kreatif, tanpa background pendidikan khusus, juga tak pernah menempuh pelatihan suatu ketrampilan, namun beberapa pemuda warga Padukuhan Menggoran 2, RT 75/ RW 10, Desa Bleberan Kecamatan Playen mampu membuat kerajinan akar pohon menjadi produk bernilai.

Rohmad Jubaidi, bersama kedua rekannya, Lugio dan Waryanto sejak Tahun 2016 mulai memproduksi kerajinan dari akar pohon jati dan mahoni. Dalam seminggu mereka dapat menghasilkan 1 set perabot kursi dan meja tamu. Terdiri dari 4 kursi dan 1 meja.

“Awalnya bahan yang kami pakai akar bambu. Setelah bahan sulit lantas memakai akar Pohon Jati dan Mahoni ,” terangnya, Kamis, (20/4/2017).

Bahan baku biasa mereka peroleh dari ladang. Setiap mengambil bahan baku berupa akar selalu dipertimbangkan, apakah akar tersebut memungkinkan dibuat mebelair antic atau tidak.

Harga jual produk yang dihasilkan cukup beragam, biasanya dibedakan berdasar ukuran, tingkat kerumitatan dalam pembuatan serta keunikannya. Rata-rata harga yang dipatok kisaran Rp. 4 jutaan.

“Kami masih cukup sulir mengenalkan dan memasarkan produknya, semoga saka kedepan semakin dikenal luas,” harap  Rohmad. (Hari)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar