Masuk 20 Besar Nasional, Tim Penilai Lakukan Evaluasi Karang Taruna Mekar Pandega Desa Gari

oleh
Pelaksanaan evaluasi lomba karang taruna berprestassi nasional 2018 di Desa Gari, Wonosari. foto: ist.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Tim evaluasi atau penilai tingkat nasional melakukan penilaian terhadap Karang Taruna Mekar Pandega Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Senin, (17/9/2018).

Penilaian dilakukan menyusul masuknya ke dalam 20 besar Karang Taruna Mekar Pandega dalam ajang lomba karang taruna berprestasi tingkat nasional tahun 2018.

Turut menyambut kedatangan tim penilai, Bupati Gunungkidul, Badingah, menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Mekar Pandega. “Prestasi ini sangat membanggakan. Selamat berjuang mengikuti penilaian tahap berikutnya,” ucap Badingah.

Dirinya berharap, prestasi tersebut menjadi pemicu dan pemacu generasi muda di Kabupaten Gunungkidul untuk berprestasi dalam karya, unggul dalam manfaat dan memberi energi positif bagi pembangunan di wilayah masing-masing.

“Kami berharap prestasi ini akan memberi inspirasi bagi pemuda. Pemuda merupakan harapan serta calon pemimpin bangsa,” harap Badingah.

Staf Ahli Menteri Sosial, Plt. Dirjren Pemberdayaan Sosial, Drs. Asep Sasa permana, menegaskan bahwa peran serta karang taruna sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat. Karang taruna merupakan organisasi kepemudaan yang diharapkan dapat selalu mengusung dan mengawal Pancasila. Sebab Pancasila merupakan falsafah bangsa yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan pula karangtaruna akan menjadi pengawal program kesejahteraan masyarakat desa.

“Penilaian akan kami lakukan dengan norma standar, sesuai prosedur dan objektif”, ujar Asep.

Sementara itu, Ketua Karangtaruna Mekar Pandega, Nurmansyah, melaporkan, seleksi dalam lomba tersebut dimulai pada bulan Agustus 2018 lalu. Berkat doa dan kerjasama dari seluruh elemen Mekar Pandega dapat lolos seleksi hingga masuk 20 besar.

Salah satu program unggulannya yakni Wayang Cakruk dan Pasar Argo Wijil. Program kegiatan yang lain berupa pengelolaan sampah organik, dan teknologi tepat guna solar cell. “Selain itu ada pula program sosial, bank sampah, Jagad Panel Bambu atau sentra kerajinan bambu, serta pengelolaan air bersih,” tukas Nurmansyah. (Kandar)

Komentar

Komentar