Mari Lindungi Biota Laut Ini

oleh

Penulis: Heri Purnomo.

KABARHANDAYANI,– Gunungkidul memiliki keberuntungan tersendiri karena memiliki kekayaan sumber daya pesisir dan kelautan yang dominan dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagaimana yang telah sering dinyatakan oleh Pemkab Gunungkidul, pemanfaatan sumber daya pesisir dan kelautan diharapkan menjadi salah satu perkuatan dalam pembangunan perekonomian di wilayah ini.
Namun, tidak semua biota laut bisa dieksploitasi dengan sembarangan, mengingat keberadaannya yang semakin langka. Perlunya dijaga demi kesinambungan dan kelestarian sumber daya kelautan dan pesisir itu sendiri.
Dalam makalah Sosialisasi Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan yang disajikan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bersama Dinas Kelautan dan Perikanan DIY beberapa waktu lalu, diperoleh informasi bahwa di kawasan pesisir Gunungkidul pun terdapat beberapa spesies ikan dan biota laut yang termasuk dalam kategori dilindungi kelestariannya. Karena itu, menjadi kewajiban bersama masyarakat dan pemerintah untuk menjaga dan melindungi kelestariannya.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 Tahun 1999, terdapat beberapa biota laut yang dilindungi, yaitu:

1.         Penyu Tempayan
2.         Penyu Hijau
3.         Penyu Belimbing
4.         Penyu Sisik
5.         Penyu Ridel
6.         Penyu Pipih
7.         Paus Biru
8.         Paus Bersisip
9.         Paus Bengkok
10.     Paus Lemak
11.     Lumba-lumba Air Laut
12.     Duyung
13.     Coelacanth
14.     Akar Bahar, Coral Hitam
15.     Kima Raksasa
16.     Kima Kecil
17.     Kima Sisik
18.     Kima Selatan
19.     Kima Kunia
20.     Nautilus Berongga
21.     Troka
22.     Kima Cina
23.     Kepala Kambing
24.     Triton Terompet
25.     Batu Laga
26.     Ketam Kelapa
27.     Ketam Tapak Kuda.

Akar bahar dalam lingkup pergaulan masyarakat sering menjadi salah satu perhiasan, terutama gelang yang memiliki nilai prestisius bagi siapa yang memakainya. Tak jarang seseorang yang memakai perhiasan akar bahar ini akan merasa memiliki kharisma dan daya lebih. Nah, setelah mengetahui bahwa ternyata akar bahar ini menjadi salah satu biota laut yang dilindungi kelestariannya, maka sebaiknya perlu berpikir ulang untuk membeli dan memakainya.
Heri Purnomo adalah Kontributor Berita Kabarhandayani, tinggal di Desa Jepitu Girisubo.

Foto: Kompasiana.

Komentar

Komentar