Kuliner Malam: Wedang Poci Simbok Depan Pasar Argosari

oleh
Tarmi atau yang akrab dipanggil Simbok tengah melayani pembeli. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Di seputar kota Wonosari, ada beberapa tempat penyedia jajanan, warung makan atau pusat kuliner yang buka setiap malam hari. Selain di taman kuliner, di seputar Pasar Argosari juga tak kalah ramai masyarakat lalu lalang keluar masuk warung , atau lapak tenda untuk makan atau sekedar minum teh.

Salah satu lapak yang ramai dikunjungi tiap malam yakni warung tenda milik ibu paruh baya yang akrab dipanggil Simbok. Pemilik nama asli Tarmi ini tiap malam nampak selalu sibuk melayani pengunjung yang hendak makan atau minum wedang teh poci yang khas dihidangkan dengan cangkir lawas dan teko tanah liat itu.

Warung makan dan wedang lesehan Simbok berada di sebelah utara Pasar Argosari atau tepat di sebelah barat taman parkir Wonosari.

“Warung tenda ini sudah ada sejak tahun 1965. Buka mulai habis Maghrib hingga pukul 03.00 pagi,” tutur Simbok sembari sibuk menghitung uang kembalian pelanggan rombongan keluarga yang habis makan di warungnya.

Kenyataannya memang ramai. Tiap malam warga Tawarsari ini menghabiskan sekitar 3-4 kilogram gula batu.

“Dalam satu malam jika pas ramai ada ratusan orang yang makan atau minum teh di sini,” ujar Simbok.

Ditanya kenapa pelanggan biasa memanggil ‘Simbok’ kepada dirinya, Tarmi melempar senyum sebelum menjawab. Menurutnya, panggilan tersebut sesuai dengan usianya, seorang ibu-ibu. Panggilan itu juga membuat interaksi lebih akrab, sehingga terasa lebih dekat. Seolah tak nampak bahwa antara ia dan pelanggan merupakan penjual dan pembeli. Saat melayani, Tarmi memang menunjukkan naluri seorang ibu (simbok) yang menghidangkan makanan kepada anak-anaknya . Hangat dan penuh kekeluargaan. Tak hanya itu saja, pengunjung yang berminat makan tinggal mengambil sendiri sesuai kesukaan pilihan menu. Kesan makan di rumah sendiri cukup terasa. Sepertinya, beberapa kebiasaan pelayanan tersebut yang menjadi daya tarik warung tenda lesehan Simbok laris manis. Diluar menu yang memang enak dan wedang teh yang mantab atau ‘seger‘.

Selain wedang poci dan gorengan, Simbok juga menyediakan menu makan nasi, sayur cabai, oseng ikan teri, dan beberapa lauk berupa telur dadar goreng dan lele. Tidak ketinhggalan belalang goreng. Menu ini paling sering menjadi pilihan pengunjung.

Untuk mengatasi repotnya pelayanan karena banyaknya pengunjung, ia dibantu 3 rekan yang siap melayani berbagai keperluan. Bikin wedang, mengaduk nasi, dan menggoreng. (Kandar)

Komentar

Komentar