Kuda Tunggangan Camat Didatangkan dari Yogya dan Klaten

WONOSARI, Kabarhandayani.- Sejumlah kuda yang ditunggangi para camat se-Gunungkidul dalam acara Kirab Budaya hari jadi Gunungkidul ke-183 disiapkan di Lapangan Kesatrian Jeruksari sejak sekitar pukul 12.45 WIB, Selasa (27/5/2014). Ada 16 kuda yang didatangkan dari Yogya dan Prambanan Klaten, sedangkan 4 ekor kuda dari Wonosari dan Ponjong.

“Dari komunitas kuda Jogja dan Klaten ada 16 ekor yang dibawa kesini. Sisanya kuda lokal di Gunungkidul milik Pak Sandi dan Pak Siswanto,” jelas Sukono.

Hal yang sama juga diungkapkan Purnawan Panitia Kirab Budaya, kuda-kuda itu dipersiapkan untuk masuk dalam bregodo camat se-Gunungkidul. Bregodo camat merupakan suatu kontingen yang terdiri dari 18 camat di Gunungkidul.

“Selain untuk para camat, 2 kuda menarik andhong untuk perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul. Mereka pakai andhong karena membawa Dimas dan Diajeng Gunungkidul,” kata Purnawan.

Siswanto, pemilik 2 kuda dari Padukuhan Pandansari, Desa Wonosari menyatakan kebanggaannya karena kudanya bisa berpartisipasi dalam acara akbar seperti ini. Sejak memiliki kuda sejak tahun 2008, kesempatan mengikuti acara besar baru terlaksana sekarang ini. “Biasanya dipakai untuk hajatan nikahan dan kirab budaya rasulan. Pernah juga ikut acara kirab seni dan budaya tingkat kabupaten tapi tidak sebesar ini. Kalau ini yang memakai para camat,” katanya.

Kuda yang didatangkan sejak siang itu memang menjadi perhatian warga. Mengetahui sejumlah kuda yang diangkut dengan truk tiba, mereka berduyun-duyun ke Lapangan Kesatriyan ingin melihat binatang yang cukup jarang di Gunungkidul. Mereka berdatangan sembari mengabadikan momen langka ini. (Sumaryanto/Jjw).

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar