Kreasi Productions, Usaha Jasa Dokumentasi Pernikahan Yang Dijalankan 4 bersaudara

oleh
Sumadi, Mariyo dan Landung Widodo, tiga dari empat pendiri Kreasi Production. KH/ Kandar.

KARANGMOJO, (KH),– Bukan hal yang gampang, sebuah wirausaha dijalankan bersama-sama dengan saudara kandung. Sementara semua memiliki hak dan kewajiban yang sama atas usaha tersebut. Semua pemilik, dengan kata lain saham yang ditanam antara satu dengan yang lain juga sama.

Ketika wirausaha tersebut berkembang merangkak naik, biasanya timbul kehendak untuk mengakuisisi, atau paling tidak mendapat hak paling banyak atas hasil yang diperoleh. Dari situ dapat muncul benih perselisihan sehingga usaha yang sebelumnya didirikan bersama-sama runtuh atau pecah.

Hal tersebut merupakan gambaran riil yang sangat mungkin terjadi. Tetapi tidaklah sepenuhnya demikian. Usaha dokumentasi video dan foto ‘Kreasi Productions’ buktinya. Lihat saja, Sumadi dan tiga bersaudaranya. Sejak merintis ‘Kreasi Prodictions’, hingga hari ini tetap lancar dijalankan bersama-sama.

Wirausaha tersebut berangsur bekembang mulai memiliki nama. Banyak masyarakat mengunakan jasa mereka dalam hal dokumentasi hajatan pernikahan baik video maupun photo.

“Semakin berkembang kami tentu bersyukur. Justru hal ini semakin menguatkan kami untuk tetap menjalankannya bersama-sama,” ujar Sumadi didampingi dua saudaranya yang lain, Mariyo dan Landung Widodo. Saat ditemui, satu saudara yang lain, Andi Susanto sedang bepergian.

Sumadi sebagai saudara tertua mengatakan, dalam menjalankan usaha bersama, mereka berempat selalu memegang teguh komitmen sejak awal merintis usaha tersebut. Yakni komitmen akan membesarkan dan menjaga keutuhan bisnis keluarga tersebut.

Sebelum didirikan sekitar 4 tahun lalu, dua diantara 4 bersaudara tersebut menjadi karyawan sebuah studio photo dan video di Yogyakarta. Mereka berkecimpung dan akrab dengan dunia dokumentasi photo saat kamera masih model analog dan memakai klise.

Hasil dan kondisi ekonomi keluarga yang stagnan membuat mereka berembug menentukan langkah kedepan. Lantas diputuskanlah bahwa mereka memilih kembali ke kampung halaman di Padukuhan Grogol 3, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo untuk berani membuka usaha jasa photo dan video dokumentasi pernikahan.

Sejak awal dibuka, usaha mereka semakin dikenal. Dari mulut ke mulut seiring berjalannya waktu karya Kreasi Productions mendapat tempat dihati masyarakat. “Tolok ukur kami berkembang tidak selalu omzet, tetapi hitungan bertambahnya permintaan jasa dokumentasi yang selalu naik tiap tahun,” tutur Landung Widodo.

Saudara termuda ini menyebut, bertambahnya asset berupa perlengkapan kerja seperti kamera dan perlengkapan lain juga merupakan indikator tumbuhnya usaha yang dijalankan.

“Agar usaha bersama awet dan tetap dijalankan bersama-sama prinsipnya jangan fokus pada materi melulu,” sambung lelaki yang lebih dominan berperan sebagai editing ini.

Dalam kesempatan yang sama, Mariyo menambahkan, usaha bersama diakui memang tidak bisa lepas adanya permasalahan pada suatu waktu. Namun, selama ini ia mengklaim adanya sedikit permasalahan yang timbul dapat diselesaikan secara mufaakat.

“Jika ada perasaan yang mengganjal khususnya untuk urusan pekerjaan, kami harus selalu menyampaikan. Kemudian semua sepakat mencari solusi bersama. Itu kunciya,” tandas Mariyo.

Mereka juga menyepakati, satu sama lain harus membuka diri untuk siap dikritik dan tanpa canggung menyampaikan kritik.

Ditanya adanya persaingan bisnis sejenis yang semakin ketat, mereka mengaku berupaya selalu memenuhi permintaan pasar. Meremajakan alat kerja pada kurun waktu tertentu serta mengasah dan menambah kemampuan pada bidang tersebut selalu dilakukan.

“Jasa dokumentasi ada beberapa paket, untuk kelas biasa dan menengah ke atas kami sediakan. Mulai dari paket Rp. 3,5 juta hingga Rp. 5 juta perhari,” rinci Mariyo.

Selain jasa dokumentasi Kreasi Productions juga melayani cetak undangan dan pernak pernik souvenir pernikahan.

Pasang surut sebuah wirausaha merupakan hal yang wajar. Jika sedang banyak permintaan terkadang mereka mencari tenaga tambahan. Agar tidak kesulitan mencari tenaga freelance mereka juga mengajak dan memberdayakan beberapa pemuda sekitar untuk turut belajar pada dunia fotografi. Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan mereka akan memanfaatkan kemampuan pemuda yang tinggal di sekitar studio Kreasi Productions.

“Jika sedang musim hajatan, puluhan job kami terima tiap bulan. Tapi jika bulan puasa dan bulan sura kami seolah libur,” tukas Mariyo. (Kandar)

Komentar

Komentar