Ketinggian Air Capai 5 Meter, 2.000 Warga Pacarejo Mengungsi

Korban banjir, warga Desa Pacarejo yang dievakuasi oleh petugas gabungan. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dampak tingginya intensitas hujan sejak dua hari kemarin yang menyebabkan bencana alam banjir di Kabupaten Gunungkidul masih dirasakan warga di sejumlah kecamatan. Salah satu wilayah yang mengalami banjir cukup parah berada di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.

Di Desa Pacarejo, meski hujan telah reda, air masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian 1 hingga 5 meter. Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, saat ditemui di salah satu posko pengungsian mengatakan, dari 28 padukuhan atau dusun di Desa Pacarejo, hanya 7 padukuhan yang tidak terkena dampak banjir.

“Selebihnya, 21 padukuhan seluruhnya terkena banjir hingga warga terpaksa mengungsi,” tuturnya Rabu, (29/11/2017).

Data dari pemerintah desa Pacarejo menyebutkan, ada kurang lebih 2.000 jiwa yang saat ini tinggal diposko pengungsian. Selain sudah mendapatkan bantuan logistik, para pengungsi juga sudah mendapatkan bantuan pengecekan kesehatan dari Dinas Kesehatan Gunungkidul. Untuk mencukupi kebutuhan logistik pengungsi, BPBD Kabupaten Gunungkidul juga sudah mendirikan dapur umum.

Suhadi menyebutkan, padukuhan yang mengalami dampak banjir terparah berada di Padukuhan Kwangen Lor, Kwangen Kidul, Kuwon Kidul dan Tonggor. Pada empat dusun ini banjir merendam rumah warga hingga ketinggian 5 meter.

Hingga Rabu siang, sejumlah rumah warga masih terendam banjir dan hanya terlihat bagian genting saja. Suhadi menambahkan, pada penyirisan yang dilakukan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, TNI dan Anggota Polri ada sebanyak 260 warga yang memilih tinggal di kandang ayam.

“Namun warga yang mayoritas lansia tersebut saat ini sudah dievakuasi dan menempati sejumlah posko yang telah disiapkan oleh petugas,” terang Suhadi lagi.

Berdasar pantauan, petugas gabungan melakukan evakuasi korban banjir sejak pukul 11.00 WIB siang. Selain berhasil mengevakuasi warga petugas juga memindahkan sejumlah ternak milik warga.

Sementara itu, salah satu warga terdampak banjir, Warsono, warga Padukuhan Kuwon Kidul menuturkan, banjir yang menggenani rumah miliknya terjadi mulai pukul 17.00 WIB kemarin. Dirinya mengakui, air yang datang cukup cepat sehingga bapak tiga orang putra ini tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga.

“Takut jika banjir semakin tinggi, kami memilih tinggal di kandang ayam bersama warga lain,” ujarnya.

Dalam upaya evekuasi tersebut petugas gabungan membawa satu unit kapal karet, serta kendaraan dengan roda tinggi milik aparat Polres Kabupaten Gunungkidul. Pemakaian kendaraan tipe ini memudahkan kinerja petugas gabungan. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar