Kesabaran dan Kerja Keras Jadi Kunci Sukses PO Maju Lancar

Didik Adiprasetyo, Manager Operasional dan salah satu armada andalan PO Maju Lancar.
Didik Adiprasetyo, Manager Operasional PO Maju Lancar Group di depan salah satu armada andalannya.

ADBISNIS, (KH) — Berawal dari kejelian melihat perkembangan bisnis jasa angkutan darat yang makin berkembang telah mendorong H Sutrisno beserta sang istri Hj Sri Hartati memulai terjun ke dalam bisnis transportasi secara serius.

Awalnya, di tahun 1986, perusahaan otobis ini “hanya” bermodal dua unit armada bus yang melayani trayek Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) Wonosari – Jogja pp. Itulah tonggak awal kemunculan PO. Maju Lancar. Dengan perjuangan dan kerja keras serta dilandasi tekad untuk usaha yang lebih berkembang, H. Sutrisno beserta istri Hj. Sri Hartati merintis trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada tahun 1991 dengan modal 4 unit armada yang beroperasi.

Pak Tris panggilan akrab H Sutrisno sangat jeli membidik peluang di wilayah Gunungkidul sebagai kantong perantau ke kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Mulai tahun 1991, PO Maju Lancar mulai turut melayani trayek Wonosari – Jabodetabek pp.  Berkat kesabaran melayani trayek para perantau tersebut dan dengan sentuhan tangan dingin H. Sutrisno beserta istri Hj. Sri Hartati, maka perusahaan transportasi angkutan darat PO. Maju Lancar dapat meningkatkan pelayanan dan terus melakukan penambahan armada.

Guna memenuhi permintaan pelanggan dan meningkatkan kenyamanannya, dari tahun 1998 sampai awal tahun 2000 armada terus bertambah, hingga sampai saat ini tercatat sebanyak 64 armada PO. Maju Lancar, Citra Adi Lancar dan Rahma Wisata yang terdaftar dalam perijinan yang dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Kesuksesan yang diraih pengusaha Gunungkidul ini tidak serta merta berjalan dengan mulus. Berbagai kisah perjuangan dan kondisi pasang dan surut juga dirasakan perusahan angkutan darat tersebut.

Manager Oprasional PO. Maju Lancar Adi Prasetyo atau yang lebih akrab dipanggil Didit menceritakan, perjuangan untuk meraih sukses bukan hal yang mudah. Berbagai kendala yang dialami perusahaannya juga datang seiring berjalannya waktu.

“Yang paling mencolok ketika masa krisis moneter pada tahun 1998. Saat itu pemasukan jauh dari harapan, bahkan tidak jarang kami harus mengalami kerugian,” katanya, Sabtu (28/02/2015).

Kerugian terjadi lanjut dia, ketika penumpang sepi. “Kala itu kami merasakan untuk biaya perawatan armada lebih tinggi dari pemasukan,” ujar generasi penerus H Sutrisno ini. Dengan tabah dan sabar, H Sutrisno dan anak-anaknya yang membantu manajemen operasional berhasil melewati masa kesulitan tersebut sehingga mampu lebih berkembang sampai saat ini.

maju lanjar3

Menjalankan bisnis di bidang transportasi memang penuh resiko. Ada banyak hal yang mempengaruhi kelangsungan bisnisnya. Bahkan faktor kondisi infrastruktur jalan yang kurang baik sangat dirasakan pengaruhnya oleh PO Maju Lancar, sehingga membuat perawatan armada makin bertambah. “Pelemparan batu juga masih sering terjadi, bahkan tidak hanya pada PO. Maju Lancar, tetapi hal yang sama juga dialami oleh armada lainnya,” papar Didit sembari tersenyum.

Beberapa kendala tersebut menurut Didit adalah konsekuensi dari bisnis transportasi. Kendati demikian, pihak Maju Lancar Group tetap berjalan ke depan untuk kesuksesan bersama.

Lebih lanjut Didit menambahkan, PO. Maju Lancar merupakan satu-satunya Perusahan Oto Bus asli Gunungkidul. Keinginan jajaran direksi salah satunya ikut berpartisipasi dalam pembangunan Gunungkidul. “Karena semua armada Maju Lancar Group menggunakan plat AB D yang pajak perpanjangan dan lainnya yang berkaitan dengan surat kelengkapan masuk dalam pendapatan asli daerah Gunungkidul,” jelasnya.

Untuk itu bagi penumpang khususnya warga Gunungkidul diharapkan juga ikut berpartisipasi di dalamnya. “Mari dengan menggunakan transportasi asli daerah secara langsung juga ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Gunungkidul,” imbuhnya.

Saat ini PO. Maju Lancar melayani trayek kebeberapa kota besar antara lain Jabodetabek, Bandung, Cilacap, bahkan sampai Palembang dan Lampung. Untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang PO. Maju Lancar saat ini beroperasi dengan sebagian besar armada baru. Selain itu, fasilitas antar jemput diberikan kepada penumpang agar memberi kemudahan bagi penumpang untuk mencapai daerah masing-masing.

“Pada tahun 2015 ini PO. Maju Lancar menambah 3 bus baru bisnis (utama) dengan jurusan Wonosari – Bogor, dan 2 unit bus eksekutiv Ac dengan jurusan Wonosari – Jakarta,” ungkapnya.

PO. MAJU LANCAR selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan kepada para konsumen(penumpang), upaya yang dilakukan adalah pelatihan sumber daya manusia, peningkatan managemen, selalu berinovasi, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan yang Prima.

PO. MAJU LANCAR hingga saat ini didukung oleh sumber daya manusia, antara lain :
•Direktur Utama : H. Sutrisno. SE
•Direktur Keuangan : Hj. Sri Hartati. SE
•Manager Operasional : Adi Prasetyo
•Manager Tehnik / Log : H. Wahyu Danarko. S.Pd
•Personalia umum : Cipto S. S.pd, Asep H
•Staff Administrasi : Retnowati, Sinta P Dewi
•Staff Mekanik : Wahid, Wagiman
•Staff Peragenan : Sigit P, Herry, Sentot Laksito
•Security : Giarto, Suparno, Sugiyanto

Bagi pelanggan yang ingin memesan tiket atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang PO Maju Lancar Group dapat menghubungi alamat berikut:

Kantor pusat: Jl. Wonosari-Yogyakarta Km 2,3 Siyono Gunungkidul
Tel/Fax (0274)391223 Divisi Wisata : 087839606282

Cabang 1: Jl. Yogyakarta-Wonosari Km 3 Banguntapan Bantul
Tel (0274) 443101

Cabang 2: Jl. HM Joyo Martono Bekasi Timur (Depan Mall BTC)
Tel (021) 9820 1084, 8834 1986

PO Maju Lancar Group juga menyediakan layanan bus pariwisata dan juga paket wisata ke berbagai tujuan. Pelanggan dapat menghubungi Divisi Pariwisata PO Maju Lancar, dengan kontak Asep di nomor 0878 3993 3223. Bus Rahma Wisata berkelir merah siap mengantar kebutuhan transportasi wisata ke manapun tujuan yang diperlukan.

Rahma Wisata, Divisi Pariwisata PO Maju Lancar Group.
Rahma Wisata, Divisi Pariwisata PO Maju Lancar Group.
Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar