Kera Ekor Panjang Kawasan Selatan Mulai Jamah Ladang Pertanian

Kera ekor panjang (macaca fascilaris) di Kawasan Hutan Sodong Paliyan. KH/Kandar.
Kera ekor panjang (macaca fascicularis) di Kawasan Hutan Sodong Paliyan. KH/Kandar.

PALIYAN, (KH) — Kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang berada di kawasan selatan Kabupaten Gunungkidul akhir-akhir ini sering menjamah ladang pertanian untuk mencari makan. Hal ini terjadi karena diperkirakan cadangan makanan di habitat mereka berkurang bahkan habis.

Kedatangan hewan pemakan buah dan dedaunan tersebut cukup sering, menyerang tanaman petani yang masih disisakan hingga saat ini. Menurut penuturan Sarif, salah satu petani di kawasan ladang Tambak, sebelah timur kawasan Hutan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan, bahwa kawanan kera terkadang datang tiap lima hari sekali.

“Saat ini masih ada tanaman sisa panen, ketela pohon, kacang panjang, dan terkadang rumput hijauan pakan ternak ikut dimakan. Ratusan kera biasanya datang siang hari,” ujarnya Selasa, (6/10/2015).

Beberapa warga berinisiatif memelihara anjing di ladang untuk menakuti dan mengusir kawanan kera. Hal ini sudah dilakukan sejak lama, sehingga kedatangan kera mengalami penurunan. Di tempat lain, lebih ke selatan lagi, di ladang Trukan yang telah masuk wilayah Saptosari, kawanan kera lebih sering mendatangi ladang pertanian penduduk.

“Beberapa waktu terakhir memang lebih sering, hampir tiap dua atau tiga hari sekali mereka datang, karena tidak ada anjing di sini,” kata Adi Sentono, petani asal Saptosari. Diyakini, kera-kera tersebut bukan berasal dari kawasan Hutan Sodong atau SM Paliyan, karena habitat kera di kawasan selatan ini memang terdapat di sejumlah tempat, tidak hanya di Hutan Sodong saja.

Ditemui terpisah, Yusuf Amin salah satu petugas Polisi Hutan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Paliyan mengungkapkan, kera yang berada di dalam kawasan sudah diupayakan cadangan makanannya.

Kawasan Hutan Konservasi Suaka Margasatwa (SM) Paliyan selain diproyeksikan untuk menjaga kelestarian lingkungan juga untuk melindungi semua habitat yang ada di dalamnya, salah satunya kera ekor panjang tersebut.

“Bersama Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) hingga saat ini telah ditanam sekitar 30 ribuan tanaman buah di 6 (enam) petak kawasan SM Paliyan. Berkat hal tersebut, kera yang pergi keluar kawasan sudah menurun, tetapi tetap saja masih ada seperti kemarau panjang seperti sekarang,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, ladang dan bukit kawasan selatan Gunungkidul pada sejumlah titik, di luar SM Paliyan memang dihuni kawanan kera. Sudah menjadi kebiasaan, warga menunggu ladang pada saat-saat tertentu seperti musim tanam untuk menghalau kedatangan kera.

Bahkan, jika telah dianggap menjadi hama, melalui penelitian LIPI maka akan dilakukan pengurangan populasi. “Ini diluar kawasan, terakhir sekitar 200-an ekor ditangkap. Kita bekerjasama dengan beberapa pihak, selain BKSDA, ada LIPI dan beberapa instansi terkait,” pungkas Yusuf. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar