Kenduri Dengan Sajian 2 Ribuan Nasi Dalam ‘Sarang’ Masuk Rekor MURI

oleh
Pemecahan rekor MURI dengan jumlah nasi kenduri sebanyak 2.000-an sajian. (KH)

PLAYEN, (KH),– Kenduri merupakan adat tradisi warga Gunungkidul. Ritual ini umum digelar saat warga menggelar hajatan bersih desa atau rasulan, gumbregan, dan lain-lain.

Agar adat tradisi serta olahan makanan khas nasi uduk dalam wadah anyaman daun kelapa (sarang) dikenal luas, Komunitas perantau dari Padukuhan Sawahan, Desa Bleberan, Ikatan Keluarga Sawahan (IKS) menginisiasi sebuah pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pelaksanaan pemecahan rekor MURI tersebut dilaksanakan Jum’at, (27/12/2019) siang kemarin. Ketua panitia pemecahan rekor MURI dari IKS, Tri Suhartanto mengatakan, ide telah disepakati bersama masyarakat setempat sejak bulan Oktober lalu.

“Kami lalu melakukan audiensi dengan Bupati serta OPD terkait. Ide kami diapresiasi dan didukung,” kata Tri Suhartanto.

Menurutnya, masyarakat sangat antusias menyiapkan prosesi kenduri dengan menyiapkan dua ribuan nasi dalam Sarang. Dirinya berharap, ide tersebut mengawali tergalinya potensi yang ada di Desa Bleberan khususnya di Padukuhan Sawahan.

Dalam kesempatan verifikasi dan penyerahan piagam rekor, perwakilan MURI, Aryani Siregar mengatakan, jumlah nasi sarang yang tersaji melebihi dari yang diusulkan.

“Diusulkan sejumlah 2.000, saat dihitung ada 2.279 porsi nasi kenduri,” kata Aryani. Disebutkan, rekor dicatatkan pada urutan ke-9.391 dalam rekor dunia. Dengan masuknya ke dalam rekor Muri pihaknya yakin nasi kenduri bisa dikenal masyarakat luas.

Hadir dalam pemecahan MURI, Bupati Gunungkidul, Badingah mengapresiasi kegiatan pemecahan MURI ini.

“Tentu mempopulerkan Gunungkidul. Masyarakat secara swadaya rela mengeluarkan waktu tenaga serta biaya mensukseskan kegiatan ini,” puji Badingah. (Kandar)

Komentar

Komentar