Kemenpar Akan Bangun 7 Pasar Digital Di DIY, Tiga Diantaranya Di Gunungkidul

oleh
Menteri Pariwisata RI, Dr Ir Syarief Yahya MSc, hadir dalam acara Dialog Nasional di Gedung Serbaguna Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Gunungkidul. KH/ Kandar.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan membangun tujuh destinasi Pasar Digital di DIY. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata RI, Dr Ir Syarief Yahya MSc saat hadir dalam acara dialog nasional di gedung serba guna Siyono, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Rabu, (31/7/2018).

Dialog nasional tersebut juga dihadiri Menterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo, Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos, Pembina Yayasan Pendidikan Mahisa Agni, Dr Ir H Wahyu Purwanto MSIE, Forkompinda, pelaku pariwisata dan masyarakat.

Menteri Pariwisata menginginkan para pemuda turut ambil bagian menyertai pengembangan pariwisata yang berada di wilayah pengembangan pasar digital. Untuk di Kabupaten Gunungkidul akan dikembangkan Pasar Taman Bumi di dalam kawasan Geosite Lembah Ningrong Mulo, Pasar Telaga Jonge (Pacarejo, Semanu) dan Pasar Kerajinan Pampang (Pampang, Paliyan).

Sedangkan di Kabupaten Bantul adalah Pasar Kriya Bambu Muntuk, Dlingo dan Pasar Laguna Depok, Parangtritis​, Kretek. Untuk kabupaten Sleman yakni Pasar Banyunibo di Kawasan Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan. Kemudian di Kabupaten Kulonprogo dikembangkan Pasar Nglinggo, di Nglinggo, Samigaluh.

Pasar digital merupakan salah satu inovasi. Bisa disebut pula Destnasi Digital (Digital Destination), dimana kemasan yang ditawarkan disesuaikan sedemikian rupa dengan gaya hidup yang berkembang beberapa tahun belakangan ini.

Destinasi wisata tidak hanya harus menarik dan unik, tetapi juga Instagramable. Sehingga ketika gambar-gambar destinasi tersebut dishare melalui media sosial, dapat menarik minat baik dari teman-teman maupun follower.

“Anak-anak muda silahkan merealisasikan keinginannya dengan turut terlibat membangun destinasi tersebut. Anggarannya dari Kementerian Pariwisata,” ujar Syarief Yahya.

Dirinya menambahkan, pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan pembangunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018. Menurutnya, Indonesia masuk ke dalam 20 negara dengan pertumbuhan ekonomi pariwisata tertinggi di Dunia sebesar dengan capaian pertumbuhan sebesar 22%.

“Tahun 2019, industri pariwisata diproyeksikan menyumbang devisa terbesar di Indonesia,” ungkap Syarief Yahya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menegaskan, bahwa pengembangan kawasan Gunung Sewu perlu penyusunan masterplan secara matang, baik di Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul.

“Silahkan ajukan masterplan anggarannya akan diberikan tahun 2019. Pengembangan masterplan akan diambil alih oleh Kementrian Pariwisata. Jika pembahasan dilakukan tiga propinsi maka tidak akan selesai-selesai,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos, mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata saat ini sudah mencapai Rp. 27 Miliar. Dengan jargon desa makmur Gunungkidul makmur pertumbuhan ekonomi dari sektor pinggiran diharap mampu memajukan kabupaten Gunungkidul.

“Kami memohon bapak menteri memberikan bantuan untuk masterplan penataan pantai kami,” pinta bupati. (Kandar)

Komentar

Komentar