Kemarau Gunungkidul: Ratusan Air Tangki Telah Dikirim Sejak Awal Juni

oleh
dropping air yang dilakukan BPBD. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL. (KH),– Sejak bulan April 2019 dampak kemarau telah dirasakan berapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Wilayah desa di berbagai kecamatan yang berapa pada lereng bukit tanpa sumber air mengalami kesulitan pemenuhan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul seperti tahun-tahun sebelumnya telah mulai melaksanakan kegiatan dropping air sejak awal Juni lalu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sapto Wibowo, S. Sos menginformasikan, tanggal 1 hingga 4 Juni 2019 dilakukan dropping air ke tiga kecamatan yaitu Girisubo, Paliyan dan Rongkop.

“Tahap awal sebanyak 64 rit kita salurkan ke masyarakat. Di Kecamatan Balong menyasar dusun di Desa Nglindur dan Balong. Wilayah Kecamatan Paliyan dikirim ke Desa Karangduwet, sementara di Kecamatan Rongkop dikirim ke Desa Karangwuni,” papar Sapto Wibowo.

Sementara untuk pengiriman tanggal 13 hingga 15 Juni 2019 BPBD kembali mengirim 60 rit air tangki di 3 desa di Kecamatan Rongkop, yakni Desa Petir, Desa Pucanganom, dan Desa Semugih.

Diungkapkan, kemarau memang datang lebih awal. Berdasar pengamatan BMKG curah hujan memang sudah menurun sejak bulan April 2019. Menurunnya curah hujan tersebut diikuti beroperasinya tangki milik swasta.

Di lain kesempatan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki, S.IP, M.Si, menuturkan, wilayah yang mendapat dropping air sebelumnya telah melakukan pengajuan kepada bupati. Pihaknya menegaskan bahwa dropping akan difokuskan untuk kebutuhan masyarakat dan bukan untuk tempat ibadah.

“Jika ada dropping dari swasta atau lembaga donor harap melapor ke BPBD,” pinta Edy. (Kandar)

Komentar

Komentar