Kekurangan Sarana Komputer, UNBK SMA Pembangunan 4 Playen Digabung

oleh
Ujian Nasional Berbasis Komputer di Gunungkidul. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebanyak 2.020 siswa SMA dan 556 siswa MA di Gunungkidul mengikuti UNBK hari pertama. Berdasarkan pantauan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) dan Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul ujian berjalan tanpa ada kendala serius.

Kepala Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul, Sukito mengatakan, berdasar pantauan yang dilaksanakan hingga pukul 16.00 WIB tak ditemukan adanya kendala. Adanya salah satu institusi pendidikan yang ujiannya digabung ke sekolah lain tidak menimbulkan adanya gangguan.

“Ada satu sekolah pelaksanaan ujiannya digabung ke sekolah lain karena ketersediaan sarana komputer tidak memadai,” terangnya, Senin, (9/4/2018).

Sebagaimana diketahui, karena kekurangan sarana komputer, siswa SMA Pembangunan 4 Playen terpaksa melakukan UNBK di SMK YAPPI Wonosari.

Kepala Sekolah SMA Pembangunan 4 Playen, Surono mengatakan, ada 34 siswa yang terpaksa menempuh ujian di SMK YAPPI pada UNBK Tahun ini.

“Karena sekolah kami hanya memiliki 5 buah komputer, bahkan 2 diantaranya rusak,” katanya.

Untuk menunjang kelancaran, Surono menambahkan, siswa yang akan mengikuti UNBK dikoordinir agar menginap di sekolahan. Lantas berangkat bersama-sama pada pagi harinya menuju SMK YAPPI untuk melangsungkan UNBK.

“Kami sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak SMK YAPPI,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid di sela mengukiti monitoring pelaksanaan UNBK tingkat SMA dan MA di SMA Semin mengatakan, kekurangan komputer sudah diketahui sebelumnya.

“Koordinasi penggabungan UNBK memang telah dilakukan jauh hari sebelumnya,” jelas Bahron. (Wibowo)

Komentar

Komentar