Kekurangan Air, Puluhan Hektar Tanaman Padi Mengering

oleh
Petani terancam tidak panen padi musim tanam ke 2. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Puluhan hektar tanaman padi pada lahan pertanian tadah hujan di Gunungkidul terancam mengering sehingga gagal panen. Hal ini disebutkan karena hujan tidak turun sejak beberapa minggu terakhir.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menyatakan, berdasarkan laporan yang masuk, kerusakan tanaman pangan khususnya pada lahan tanaman padi yang tidak memilik sumber air di Kecamatan Wonosari mencapai 6 Hektar.

“Untuk tanaman padi yang mengalami kering intensitas ringan mencapai 31 hektar, kering intensitas sedang mencapai 10 hektar dan kering intensitas berat atau puso mencapai 6 hektare,” katanya, Kamis, (24/5/2018).

Diakui, pada musim tanam ke 2 khususnya di kawasan lahan yang hanya mengandalkan air hujan cukup berisiko. Sebagian petani pasrah dengan kondisi tersebut, sementara sebagian yang lain berusaha menyelamatkan tanaman padi milik mereka.

Sebagaimana diungkapkan Ketua II Kelompok Tani Tri Tunggal Karya, Desa Siraman Kecamatan Wonosari, Samidi mengungkapkan, sebagian petani sudah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi masalah tersebut. Ada yang rela menyewa mesin disel untuk menyedot air dalam sumur dan mengalirkanya di area sawah mereka.

“Namun petani yang sudah tidak memiliki biaya hanya pasrah padi miliknya mengering dan mati,” katanya.

Samidi mengaku, para petani sudah banyak mengelurakan biaya sejak musim tanam hingga pemupukan.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Tri Tunggal Karya Desa Siraman III, Surani, saat ditemui di area persawahan Bulak Talok, mengatakan, tanaman padi miliknya seluas kurang lebih satu hektar mati akibat kekurangan pasokan air.

“Dibabat atau cabut untuk pakan ternak saja,” keluhnya. (Wibowo)

Komentar

Komentar