Kegiatan Kampung KB Tingkatkan Kualitas Keluarga

oleh
Peresmian kampung KB di Padukuhan Ngalangombo, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. foto: istimewa.

SEMANU, (KH),–  Keluarga Berencana tidak sekedar dimaknai sebagai upaya pengendalian kelahiran anak semata, akan tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran setiap keluarga agar memiliki dukungan sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang memadai agar kehidupan keluarga semakin berkualitas. Hal tersebut disampaikan Bupati Gunungkidul, Badingah, S,Sos, pada peresmian kegiatan Kampung KB di Padukuhan Ngalangombo, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Selasa, (27/2/2018) lalu.

“Artinya keluarga menjadi sentral pendekatan dalam program kependudukan dan keluarga berencana,” ujar Badingah.

Perubahan pemaknaan terkait KB tersebut menurut bupati merupakan respon dan antisipasi dari sejumlah permasalahan kependudukan yang semakin kompleks.

Kampung KB, lanjutnya, merupakan salah satu upaya penguatan program kependudukan. Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang dikelola dan diselenggarakan oleh masyarakat dapat memberikan kemudahan mendapat pelayanan KB secara menyeluruh serta memberdayakan masyarakat sehingga membentuk keluarga berkualitas.

Melalui Kampung KB tersebut diharapkan juga dapat menjadi integrasi berbagai program pemerintah mulai dari peningkatan kesehatan, pendidikan, program padat karya tunai berbasis dana desa, penyediaan akses air dan sanitasi serta penguatan pangan.

“Dengan memiliki keluarga yang berkualitas baik dari segi jumlah, pola kehidupan, diharapkan dapat menciptakan manusia yang berkualitas pula dimasa mendatang,” harap bupati.

Sementara itu Dukuh Ngalangombo, Jumadi menyebutkan, beberapa kegiatan Kampung KB diantaranya; mengajak masyarkat untuk ikut program KB dari berbagai alat kontrasepsi. Supaya tiap keluarga cukup memiliki 2 anak. Kegiatan deklarasi PIK-R Padukuhan Ngalangombo yang diantaranya berkomitmen bagi remaja putri sebelum usia 21 tahun tidak akan menikah, sementara untuk putra usia menikah minimal 25 tahun. Kegiatan lain berupa pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami sayur-sayuran. (Kandar)

Komentar

Komentar