Ke Gunungkidul, AHY : Jembatan Putus Mengganggu Kehidupan

AHY berkunjung ke Gunungkidul membantu korban banjir. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama wakil ketua umum Partai Demokrat, Roy Suryo dan rombongan menengok korban banjir di Gunungkidul. Kedatangannya ke Gunungkidul tersebut selain memberikan paket bantuan, AHY juga memberikan suntikan semangat kepada para korban banjir.

Seperti diketahui, bencana banjir yang melanda Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengundang simpati banyak pihak. Salah satunya putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Dalam kunjungan dirinya menyambangi korban banjir di Padukuhan Bojing, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Fakta riil, Padukuhan Bonjing, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, merupakan salah satu lokasi yang cukup parah terkena bencana banjir pada 28 November lalu. Lebih memprihatinkan lagi, jembatan penghubung antara wilayah tersebut dengan wilayah luar putus diterjang banjir.

Dengan menggunakan perahu karet, suami Annisa Pohan tersebut menyebrangi sungai Oya untuk sampai ke dusun Bonjing. Di dusun dengan 85 kepala Keluarga (KK) tersebut AHY bertemu dengan anak-anak korban banjir.

“Saya mewakili keluarga besar Bapak SBY menyampaikan bantuan, mudah-mudahan ada manfaatnya,” kata AHY disela kunjungan.

Reaksi prihatin dengan bencana banjir, AHY menyerahkan 2. 000 paket bantuan dari keluarga besar SBY untuk korban banjir di Gunungkidul.

“Saya ingin bersama-sama masyarakat juga memompa semangat untuk terus bisa berjuang, kita tahu bahwa prioritas utama adalah jembatan,” ujar AHY lagi yang langsung disambut masyarakat bersama-sama menyahut mengucapkan kata “betul” dan riuh tepuk tangan.

Kata AHY lagi, jembatan yang putus sangat mengganggu kehidupan termasuk kegiatan anak-anak sekolah. Dia berharap perihal jembatan yang putus mendapat perhatian langsung baik dari DPR RI, DPRD DIY dan DPRD Kabupaten. Semua menyuarakan mendesaknya kebutuhan jembatan sehingga pemerintah pusat hingga daerah segera merealisasikan pembangunan jembatan baru.

Sementara ini untuk keluar-masuk ke dusun tersebut warga harus menggunakan perahu karet. Sebelumnya dusun yang berada di seberang sungai Oya ini sempat terisolir, sebab satu-satunya jembatan yang menjadi akses putus. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar