KB Safira Galakkan Gemar Terhadap Buku Dan Latih Ketahanan Anak Sejak Dini

oleh
Kegiatan Pendidik Membacakan Buku atau Mendongeng di KB Safira, Padukiuhan Trowono A, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. KH

PALIYAN, (KH),– Minat baca masyarakat Gunungkidul terhadap buku masih rendah. Pemerintah kabupaten melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) telah melakukan serangkaian program guna meningkatkan minat baca.

Selain instansi pemerintah, institusi pendidikan baik formal dan non formal juga turut berusaha membiasakan peserta didiknya agar menyukai buku atau gemar membaca. Seperti yang digalakkan Kelompok Bermain (KB) Safira di Padukuhan Trowono A, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul ini. Meski merupakan lembaga pendidikan dengan peserta didik usia dini, namun pembiasaan untuk menyukai buku sudah diberikan.

Pengajar KB Safira, Isti Dharmaranti Setiyati, SE, mengatakan, selain memperbanyak aktivitas gerak fisik dalam pembelajaran dan menghindari materi berhitung, pembiasaan agar suka terhadap buku digalakkan.

“Karena memang belum waktunya berhitung, sehingga dihindari agar anak tidak terbebani. Anak lebih sering diajak berkegiatan untuk mengasah kemampuan gerak motorik halus dan kasar. Anak berada dalam tahapan belajar menggunakan indera-inderanya sehingga harus dikawal perlahan,” terang Isti.

Lanjutnya, adapun kegiatan yang merangsang anak agar suka terhadap buku, di KB Safira terdapat kegiatan Pendidik Membaca atau Orang Tua Membaca. Anak akan mendengarkan apa yang dibaca oleh orang tua maupun guru. Dengan begitu diharapkan kelak anak tertarik dengan buku. Kedepan dengan sendirinya ingin mencari tahu informasi dari sebuah buku. Lantas berdasar kesesuaian jenjang usia dengan materi pembelajaran, materi mengenal huruf atau membaca diberikan.

Atas kegiatan Pendidik Membacakan Buku, KB Safira belum lama ini memperoleh apresiasi Gernas Buku/gerakan orangtua membacakan buku kepada anak yang diselenggarakan Direktorat pembinaan pendidikan keluarga. Di Yogyakarta ada 3 pemenang, KB Safira menjadi salah satu pemenang dari Gunungkidul.

Lebih jauh disampaikan, sedapat mungkin pendidik di KB Safira meyelenggarakan kegiatan pembelajaran berdasar pada Permen no 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan sesuai dengan Permen no 146 tahun 2014 tentang kurikulum PAUD.

Kendati dalam pembelajaran yang lebih cenderung dipenuhi aktivitas bermain, pendidik selalu berusaha menyisipkan aspek nilai moral agama, sosial dan emosional.

Lantas, adapun upaya agar anak sejak dini belajar memiliki ketahanan dalam menghadapi permasalahan, kegiatan yang dilakukan yakni anak diajak bermain peran. Kemudian disambung sharing pengalaman diawal dan akhir kegiatan pembelajaran.

“Dengan kemampuan komunikasi kepada anak, pendidik selalu berusaha meningkatkan kepercayaan diri dengan memberikan reward disetiap sikap baik yang anak tunjukkan. Misalnya dengan ucapan “terimakasih kamu hebat hari ini” atau ucapan yang lain yang membuat anak bangga atas tindakan atau sikapnya tersebut,” urai Isti.

Selain kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan visi gemar terhadap buku dan memiliki ketahanan dan penyesuaian diri tersebut, kegiatan lain yang diselenggarakan diantaranya; belajar menari hingga pementasan, dolanan anak dan renang serta mendongeng baik oleh pendidik maupun orang tua. (Kandar)

Komentar

Komentar