Kayu Bakar Masih Bertahan

oleh

PALIYAN,kabarhandayani,– Banyak orang yang mungkin mengira kayu bakar sudah jarang dan bahkan sudah tidak lagi digunakan oleh sebagian masyarakat. Masyarakat cenderung memilih hal-hal yang dianggap mudah dalam memasak, misalnya dengan gas memasak akan terasa mudah.
Berbeda dengan menggunakan kayu, di mana memerlukan cara-cara tersendiri untuk membuat api yang menyala baik. Sebagian warga Desa Giring tidak meninggalkan kayu bakar untuk keperluan memasak. Mereka masih mencari dan menyimpan kayu guna di jadikan bahan bakar untuk keperluan memasak.
Karso (70), warga Giring masih menggunakan kayu untuk keperluan memasak untuk keluarga. Diakui oleh Karso, soal cita rasa dari masakan yang dimasak dengan kayu sangat berbeda dengan masakan menggunakan kompor gas.
“Nasi terasa lebih tanak kalau dimasak menggunkan kayu,” katanya Sabtu (20/09/2014).
Kebijakan harga gas dan kelangkaan gas tidak membuat Karso sekeluarga harus pusing untuk menyikapinya. Karso sendiri mencari kayu yang terdapat di kebun jatinya.
“Selain saya mendapatkan kayu guna memasak, pohon jati akan lebih tumbuh subur, jika batangnya disiangi dan kayunya (batang) menjadi lurus,” ujar Karso.
Karso biasanya mengumpulkan kayu dan ditumpuk di belakang rumahnya. Kayu-kayu tersebut akan habis digunakan selama satu tiga bulan.
“Setiap tiga bulan sekali saya mencari stok kayu, karena ranting pohon jati juga sudah mulai banyak selang tiga bulan,” imbuh kakek dari 5 orang cucu tersebut.
Berbeda dengan tetangganya, keluarga Parjio (78) menggunakan keduanya antara kayu dan gas. Menurut istri Parjio, untuk memasak lauk pauk yang tidak membutuhkan waktu lama, seperti: telur, tahu dan tempe, lebih efisien menggunakan gas elpiji.
“Lebih efisien jika kayu dimanfaatkan untuk memasak air atau memasak nasi,” uharnya.
Parjio yang bekerja sebagai buruh bangunan, masih selalu mencari kayu setiap sebulan sekali di ladang jati yang berada di dekat rumahnya.
“Tidak hanya kayu jati yang di gunakan bahkan setiap pulang kerja kalau ada kayu yang tidak terpakai saya bawa pulang untuk di jadikan kayu bakar,” pungkas Parjio. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar