Karena Sakit, Gantung Diri Kembali Terjadi

oleh
Gantung diri di Tanjungsari.
Gantung diri di Tanjungsari.

TANJUNGSARI, (KH)— Peristiwa bunuh diri kembali terjadi, hingga membuat masyarakat sekitar pelaku menjadi resah. Peristiwa ini menambah banyaknya rentetan kasus gantung diri yang selalu terjadi pada tiap tahun di Gunungkidul.

Kali ini, kejadian menghabisi nyawa diri sendiri terjadi di Padukuhan Ngasem, Desa Kemiri, Pelaku merupakan kakek berusia 70 tahunan. Diduga karena mengidap penyakit menahun, Kromo Joyo, mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri pada sebatang pohon klirisan di belakang rumahnya, Kamis (1/9/2016).

Kesehariannya Kromo Joyo tinggal bersama anak perempuan, Parmi dan menantunya, Warno. Keluarga ini menggantungkan nafkah hidupnya dengan bercocok tanam sebagai petani.

Prawoto, tetangga pelaku menuturkan, kejadian ini pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 oleh Katiyem. Peristiwa menggemparkan ini seolah-olah menjadi momok tersendiri bagi masyarakat sekitar karena peristiwa serupa pernah terjadi di Desa Kemiri pada beberapa tahun yang lalu.

“Kemungkinan karena penyakit komplikasi yang dideritanya. Sebelumnya ia pernah menyatakan ingin gantung diri pada orang-orang namun hal itu dikira cuma bercanda saja,” ujar Prawoto.

Ia melanjutkan, fenomena pulung gantung menjadi bahasan tersendiri bagi warga setempat atas kejadian ini. Masyarakat merasa resah dengan adanya fenomena ini karena dipresepsi akan menambah jumlah warga untuk melakukan hal serupa.

Salah satu penyebab tindakan bunuh diri di Gunungkidul yang paling sering terjadi adalah karena depresi penyakit yang diderita pelaku. Tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri menjadi cara terakhir yang ditempuh pelaku karena merasa tidak sanggup menjalani kehidupan bersama penyakitnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, AKP Faizal Riza, Kapolsek Tanjungsari, mengungkapkan kematian Kromo Joyo murni disebabkan gantung diri. Tidak ada tanda-tanda luka atau benturan benda di tubuh pelaku untuk dijadikan alasan lain sebagai penyebab kematian.

“Hasil evakuasi dan pemeriksaan tidak ada tanda penganiayaan. Ini murni bunuh diri,” jelasnya. (S.Yanto)

Komentar

Komentar