Kaki Diamputasi, Marsudi Butuh Motor Roda Tiga Untuk Mencari Nafkah

oleh
Marsudi berharap memiliki sepeda motor roda tiga untuk berjualan. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Berusaha untuk bangkit. Demikian ungkapan yang kiranya pas untuk Marsudi (41), warga Padukuhan Karangsari, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul ini.

Sebelumnya, menjalani pekerjaan sebagai tukang las menjadi rutinitasnya. Dengan pekerjaan itu dirinya mampu menafkahi keluarga. Memberikan uang belanja kepada istri dan menyediakan biaya pendidikan untuk anak-anaknya. Kehidupannya berjalan normal layaknya warga dusun lainnya.

Kondisi berubah drastis. Marsudi, harus bersedia menerima kenyataan pahit. Cerita kelam dalam hidupnya diawali pada suatu siang sesaat setelah ia melaksanakan sholat Dhuhur. Kakinya terasa sakit, hingga ia sulit berdiri. Peristiwa ini terjadi awal Juni 2017 lalu.

Upaya berobat beberapa kali tidak juga membuat rasa sakitnya berangsur sembuh. Hingga akhirnya ia harus menerima kenyataan, pada 15 Juni 2017 lalu kaki kanannya harus diamputasi. Tepat di atas lutut kaki sebelah kanan harus dipotong.

Tak mudah menerima kenyataan itu. Marsudi berusaha tabah. Sebab, jika hal tersebut tidak dilakukan, penyakit penyumbatan pembuluh darah yang diidap diprediksi mengancam nyawanya.

Dengan satu kaki tak memungkin ia dapat menjalani aktivitas bekerja seperti sebelumnya. Semenjak itu pula ia berhenti bekerja. Perasaan menjadi beban keluarga muncul. Marsudi tidak betah dengan kondisi yang dialami. Ia menanggur, sementara istrinya menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga.

Ia berfikir keras agar dirinya tetap hadir sebagai kepala keluarga yang mampu menyelesaikan tanggung jawab. Menafkahi keluarga dan menyediakan setiap kebutuhan.

“Saya kepingin kembali berperan sebagai suami bagi istri dan bapak bagi anak-anak. Masak saya sebagai lelaki malah menjadi beban keluarga,” tutur Marsudi menggambarkan kesedihan saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Tak lagi mampu bekerja kembali sebagai tukang las, ia berangan-angan merintis profesi lain. Dirinya berharap suatu saat nanti dapat berjualan keliling. Jualan sayur atau jualan apa saja. Namun, kendala yang dihadapi dirinya tidak memiliki kendaraan khusus sesuai kondisi fisiknya.

“Saya kepingin memiliki sepeda motor beroda tiga. Motor dimodifikasi sesuai kondisi fisik saya. Mudah-mudahan nanti ada yang membantu,” harap Marsudi dengan sungguh-sungguh.

Sebetulnya dirinya kepingin membuatnya dengan biaya pribadi. Akan tetapi tidak ada uang yang cukup. Hasil jerih payah sang istri hanya cukup untuk makan dan uang saku bagi anaknya yang masih sekolah. Marsudi berharap ada dermawan yang bersedia mewujudkan impiannya.

“Saya mohon dengan sangat ada dermawan yang membantu saya mewujudkan keinginan memiliki sepeda motor roda tiga. Agar nanti saya kembali mampu memberi nafkah keluarga,” harap Marsudi lagi. (Kandar)

Komentar

Komentar