Jika Zonasi Konsisten Berjalan 4 Tahun, Sebaran Prestasi Sekolah Jadi Sama

oleh
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Pro kontra terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi terjadi di tengah masyarakat. Tidak sedikit wali murid menolak sistem tersebut.

Untuk meyakinkan wali murid yang belakangan resah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid menegaskan bahwa mutu layanan pendidikan di sekolah negeri memiliki kualitas yang sama.

“Sekolah dimanapun anak yang pinter akan tetap pinter. Yang kurang pinter akan kami usahakan lebih pinter. Karena semua sekolah negeri kondisinya sama,” tegas Bahron, Kamis, (20/6/2019).

Yang diyakinkan bahwa kondisi sekolah sama diantaranya mengenai kualitas guru, sarana prasarana, serta termasuk mutu layanan pendidikannya.

Adapun dampak positifnya akan dibuktikan dalam kurun waktu empat tahun sejak sistem PPDB zonasi pertama kali diterapkan.

“Jika 4 tahun sistem zonasi konsisten dilaksanakan, sebaran prestasi sekolah nanti menjadi relatif sama. Hal tersebut juga tidak untuk menghilangkan citra predikat sekolah favorit,” ungkap dia.

Apabila ada masyarakat yang masih mengejar ingin masuk sekolah di seputar kota atau yang dianggap favorit maka hanya disediakan kuota 5 persen untuk jalur pindahan orang tua. Dengan kata lain satu keluarga pindah tempat tinggal dengan data KK sesuai domisili.

“Jadi bukan anak yang diikutkan wali murid. Atau ikut KK yang tinggal di kota. Di luar kuota 5 persen jalur pindahan orang tua, semua ikuti aturan zonasi. Yakni keluarga yang memiliki calon siswa baru minimal sudah pindah dan tinggal selama 6 bulan,” papar bahron.

Lagi-lagi dirinya menghimbau agar masyarakat tak resah. Ia meyakinkan semua siswa khususnya lulusan SD akan tertampung di SMP/ MTs. Sebab kuota kursi siswa SMP se Gunungkidul jauh lebih banyak daripada lulusan SD tahun ini.

“Lulusan SD ada 9572, sementara kursi tersedia jenjang SMP/MTs ada 12600. Tidak mungkin anak tidak dapat sekolah. Pasti dapat,” tukas dia. (Kandar)

Komentar

Komentar