Jangan Lengah! Tetap Jaga Kesehatan Saat Musim Kemarau

oleh
Petani kawasan selatan Gunungkidul mengolah lahan saat musim kemarau. Foto: KH/Kandar.

Pada saat musim kemarau, berbagai aktivitas luar rumah justru lebih banyak dilakukan, seperti panen gaplek, memperbaiki rumah, mengambil air di telaga atau sumber air, mengolah tanah persiapan musim tanam, berdagang di pasar, touring bersepeda motor, studi lapangan, berpiknik, berolah raga antarkampung, rasulan, dan lain sebagainya. Meski lebih mudah melakukan berbagai aktivitas, saat musim kemarau sesungguhnya diperlukan perhatian lebih serius agar menjaga kondisi kesehatan, karena saat musim kemarau risiko merebaknya berbagai penyakit juga ikut meningkat.

Fakta menyebutkan, musim kemarau tak hanya meningkatkan suhu udara, tapi juga risiko paparan debu dan serta serangan serangga penyebab penyakit seperti lalat, dan nyamuk. Sebagaimana dilansir situs KlikDokter, peningkatan suhu udara saat musim kemarau juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.

Jika seseorang tidak memperhatikan kondisi kesehatan di musim kemarau, bukan tak mungkin beberapa penyakit ini akan datang menyerang, yaitu:

  • Diare. Paparan debu yang meningkat di musim kemarau sangat mungkin untuk mengontaminasi air atau bahan makanan yang hendak dikonsumsi. Jika asupan yang seperti ini sampai masuk ke dalam tubuh, seseorang bisa mengalami diare atau buang air besar cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari.
  • Infeksi saluran napas atas. Udara yang gersang membuat peredaran debu semakin tinggi. Keadaan ini membuat debu lebih mudah mengiritasi, sehingga seseorang juga lebih berpotensi untuk mengalami infeksi saluran napas atas.
  • Dehidrasi. Suhu udara yang tinggi membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Jika seseorang tak mampu mencukupi kebutuhan cairan tubuh, bukan tak mungkin akan mengalami dehidrasi.

Apa yang Perlu Dilakukan

Agar penyakit saat musim kemarau tak mudah menyerang Anda dan keluarga, berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan adalah:

1. Cukup tidur

Selama musim kemarau dan musim-musim lainnya, dianjurkan untuk mencukupi waktu tidur dalam sehari. Rata-rata kebutuhan tidur orang dewasa adalah sekitar 8 per hari.

Dengan tidur yang cukup, daya tahan tubuh juga akan tetap optimal, sehingga berbagai penyakit di musim kemarau tak mudah menyerang. Tak hanya itu, tidur yang cukup juga membuat kinerja tubuh tetap terjaga dengan baik, lantaran tubuh memiliki waktu istirahat sambil memperbaiki sel-sel yang rusak.

2. Banyak minum air putih

Seperti telah disinggung sebelumnya, cuaca yang panas membuat tubuh lebih mudah untuk berkeringat. Sehingga, risiko untuk mengalami dehidrasi juga turut meningkat.

Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat musim kemarau adalah dengan minum air putih sebanyak delapan gelas sehari. Batasi atau hindari minuman berkafein dan bersoda, karena keduanya tak membantu memenuhi cairan tubuh layaknya air putih.

3. Perhatikan kebersihan diri dan bahan makanan

Paparan debu yang tinggi membuat tangan atau bahan makanan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri atau kuman penyebab penyakit. Karena itu, dituntut untuk lebih memperhatikan kebersihan diri dan asupan yang hendak dikonsumsi.

Untuk menjaga kebersihan diri, dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Di samping itu, mandilah paling tidak dua kali dalam sehari.

Sementara untuk menjaga kebersihan bahan makanan, cucilah segala sayuran atau buah yang baru dibeli dengan air bersih. Pastikan pula hanya minum dari sumber air yang bersih atau yang sudah dimasak hingga matang terlebih dahulu. Hindari jajan sembarangan, apalagi bila jajanan tersebut dijual di pinggir jalan.

4. Tetap aktif

Berolahraga dapat menjaga daya tahan tubuh tetap prima, sehingga penyakit tak mudah menyerang. Seseorang tak perlu melakukan olahraga intensitas berat. Yang terpenting, olahraga tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan, minat serta dilakukan secara rutin dan teratur.

Beberapa aktivitas fisik ringan seperti berkebun, membersihkan rumah atau sekadar berjalan mengitari lingkungan sekitar bisa dijadikan pilihan. Jika memungkinkan, gunakanlah masker saat berolahraga.

5. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang

Makanan sehat dan bergizi seimbang berperan penting dalam menjaga kinerja serta kesehatan tubuh. Dalam hal ini, beberapa makanan yang bisa dikonsumsi adalah sayuran, kacang-kacangan dan buah. Hindari atau batasi konsumsi makanan cepat saji dan gorengan – apalagi yang dijual di pinggir jalan.

Menjaga kesehatan tubuh di musim kemarau memang susah-susah gampang. Namun, dengan niat dan tekad yang kuat untuk tetap sehat, niscaya kiat-kiat di atas dapat menghindarkan diri dari beragam penyakit yang biasa menyerang saat musim kemarau. (Andriyani)

Referensi: Klik Dokter.

***

Komentar

Komentar