Jalankan Usaha Kerajinan Properti Dekorasi, Sartini Berdayakan Tetangga Sekitar

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Suasana kesibukan di rumah produksi kerajinan properti dekorasi pelaminan atau pesta. KH/ Jn.

KARANGMOJO, (KH),– Setiap orang akan mengerahkan segala daya dan upaya demi hidup yang mapan atau sejahtera. Bekerja keras meniti karir pada sebuah lembaga atau perusahaan dilakukan, atau juga memilih jalan lain dengan mendirikan sebuah wirausaha.

Pintu sukses akan terbuka seiring kegigihan sepenuh hati menjalani setiap pilihan yang diambil. Seperti yang dilakukan oleh Sartini bersama suaminya, Wahyudiyanto, warga Karangmojo ini mampu memberdayakan tetangga di sekitar mereka tinggal dengan menjalankan usaha kerajinan properti dekorasi.

Cukup kreatif dalam memilih, tidak banyak yang menyangka peluang usaha ini memiliki potensi dan prospek yang baik. Keputusan tersebut diambil setelah mereka lama bekerja menjadi pembuat kerajinan tutup lampu, akan tetapi perubahan bagi kesejahteraan tidak begitu terasa.

Keduannya berusaha keras, berani mengambil resiko lebih besar daripada sewaktu menjadi pekerja. Rintisan membuat kerajinan standing lamp, standing Flower, dan ukiran spoon sampai properti dekorasi pelaminan minimalis dijalani.

Memang, Sartini tergolong ibu yang tahan banting, bagaimana tidak, ia pernah melakoni ‘kerja bangunan’ bersama suami. Tipikal pekerja keras tersebut berlanjut saat ia merintis wirausaha. Seolah hanya bermodal nekat, ibu tiga anak ini mempelajari secara otodidak bagaimana membuat berbagai kerajinan sembari menjalankan usaha.

Tiga tahun berlalu, usaha yang dijalankan mampu menampung puluhan ibu rumah tangga dan remaja di sekitar ia tinggal sebagai karyawan. “Mayoritas memang perempuan, selain mendukung kelancaran usaha, kami ingin mereka memperoleh penghasilan tambahan,” tutur Sartini beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pekerjaan bagi para tetangga cukup fleksibel. Sebab, mereka yang terlibat dapat mengerjakannya di rumah masing-masing. Dalam sehari karyawan diberikan upah antara Rp. 50 sampi Rp. 70 ribu.

Disebutkan, untuk tiap set dekorasi pelaminan ia jual paling murah antara Rp. 7 hingga Rp. 8 juta. Tentu saja harga disesuaikan ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaannya.  Untuk ukuran spesial harga satu set dekorasi bisa mencapai diatas Rp. 50 juta.

“Omzet yang diperoleh tidak stabil, karena permintaan dari usaha ini mengikuti musim hajatan masyarakat. Kalau lagi sepi penghasilan kotor antara Rp. 10 hingga Rp. 20 juta per minggunya, tetapi kalau lagi ramai keuntungannya saja bisa sampai puluhan juta,” tukasnya. (Jn)

Komentar

Komentar