IST Akprind Yogyakarta Beri Pelatihan Pemandu Geowisata Gunung Ireng

oleh
Pelatihan pemadu wisata minat khusus Destinasi Geowisata Gunung Ireng. KH.

PATUK, (KH),– Kenali daerahnya, jujur dan sampaikan maaf jika belum paham, demikian penegasan yang disampaikan oleh Koordinator Wisata Minat Khusus Geowisata HPI Pusat, Adi “Andi Volcano” Susanto, pada acara pelatihan pemandu minat khusus geowisata bagi calon pemandu lokal destinasi wisata minat khusus Gunung Api Purba di Gunung Ireng, Patuk, Sabtu,(10/8/2019). Pelatihan awal diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 9-10 Agustus 2019.

Pelatihan tersebut diberikan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Dijadwalkan pelatihan akan dilanjutkan lagi Sabtu-Minggu, tanggal 17-18Agustus 2019 mendatang.

“Sebagai pemandu wisata minat khusus, seseorang harus memperhatikan kewajibannya, serta memperhatikan hak yang harus dipenuhi oleh geowisatawan,” kata Adi.

Hak geowisatawan, sambungnya, yakni mendapatkan informasi yang akurat mengenai daya tarik wisata yang ditawarkan, pelayanan kepariwisataan sesuai dengan standar prosedur operasionalnya, perlindungan hukum dan keamanan, pelayanan kesehatan, perlindungan hak pribadi serta perlindungan asuransi untuk kegiatan geowisata yang berisiko tinggi.

Lebih jauh disampaikan, seorang pemandu berkewajiban mampu mengintepretasi geowisata di wilayahnya, memiliki  SOP kepemanduan yang jelas, kompeten, dan legal dengan dibuktikan oleh sertifikasi sebagai pemandu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim PKM Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, Dr. Sri Mulyaningsih, menambahkan, pelatihan merupakan bagian dari pengembangan Situs Gunung Ireng di Desa Pengkok, Kecamatan Patuk.

Sebagaimana diketahui, Gunung Ireng merupakan salah satu destinasi yang belakangan lebih dikenal sebagai tempat untuk menikmati sunrise. Lokasinya hanya dibutuhkan 1 jam perjalanan darat dari Yogyakarta. Gunung Ireng tepatnya berada di Dusun Srumbung, Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Berdasar ilmu geologi, proses pembetukan Gunung Ireng terjadi sejak 18 sampai 20 juta tahun silam. Dimana Gunung Ireng dipercaya merupakan tubuh gunung api purba yang berada di dasar laut, sementara hanya sebagian puncaknya berada di permukaan.

Akibat proses tektonik yang berulang-ulang selama jutaan tahun di selatan Jawa, kawasan Gunung Ireng mengalami pengangkatan hingga menjadi daratan.(Kandar)

Komentar

Komentar