Inilah Sosok Fariz, Pembuat Video Tutorial Ngarit Yang Bermimpi Ke Mekah

Muhammad Fariz Hanafi bersama Margiyo. KH/ Kandar.

PLAYEN, (KH),– Video Tutorial Ngarit atau mencari rumput mendadak viral belakangan ini. Fariz, dialah sosok dibalik video tersebut. Pemuda asal Ngrunggo, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul itu mendadak ramai dibicarakan oleh warganet Gunungkidul.

Saat ditemui di kediaman neneknya di Plembutan Barat, Desa Plembutan, Kecamatan Playen, Sabtu, (13/1/2017) kemarin, pemilik nama lengkap Muhammad Fariz Hanafi ini tak menyangka videonya akan viral di medsos.

“Sekitar bulan November lalu iseng bikin video di story instagram (IG) kegiatan ngarit. Sebelumnya saya juga sering bikin video cerita di Instagram setiap melakukan kegiatan apapun,” katanya. Setiap bikin tidak ada persiapan khusus. Asal pegang HP, lantas minat bikin muncul maka mengalir saja kemudian membikin video.

Dirinya juga tidak menentukan kegiatan keseharian yang akan dibikin story di medsos. Tergantung minat saja, seperti saat mencari rumput, saat kerja mengusung pasir, memberi pakan ternak, membersihkan kandang ternak, mengusung kayu, saat menebang kayu, saat menebar rabok dan lainnya.

Hanya saja, klaim Fariz, untuk video tutorial ngarit menjadi yang paling viral. Dirinya menyebut cukup meledak.

Cerita lulusan MAN Wonosari ini, membantu kegiatan merawat sapi milik neneknya telah dilakukan sejak lama. Terlebih semenjak kakeknya telah tiada.

Dalam ingatannya, pada suatu siang dirinya membikin tutorial ngarit itu. Seperti biasa, dirinya iseng memainkan kamera HP. Setelah selesai dirinya tidak menyangka cerita di IG saat mencari rumput mendapat respon dari teman-temannya dan followernya. Komentar-komentar yang diberikan menyatakan bahwa video tersebut merupakan yang terbaik selama Fariz membikin video story di IG. Pujian teman-temannya disusul pesan masuk mengapresiasi yang seolah tak henti terjadi sehari setelah video itu beredar luas.

Pemuda kelahiran 28 Oktober 1997 ini kemudian iseng lagi membuat video ‘Sorok Lethong’, yakni kegiatan membersihkan kandang dari kotoran sapi. Untuk video yang kedua, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini sengaja menguploadnya di akun youtube pribadinya. Lagi-lagi videonya juga viral.

Untuk video tutorial ngarit yang viral lebih dulu, ia hanya membagikannya di story IG dan Whatsapp (WA). Mengenai video ngarit yang viral di youtube itu diupload oleh akun orang lain. Dirinya mengaku tidak kenal. Fariz juga tidak mempermasalahkan jika videonya kelak mendatangkan uang bagi pemilik akun.

Hingga saat ini, kedua video tersebut, baik ngarit maupun sorok lethong sepengetahuannya telah ditonton lebih dari 50 ribuan kali.

Adapun aktor ke dua dalam video ‘tutorial ngarit’ dan ‘sorok lethong’ bikinan Fariz tersebut merupakan seekor sapi. Sapi jenis limousin tersebut ia beri nama Margiyo. Sapi tersebut merupakan anak dari induk sapi yang sebelumnya dipelihara nenek Fariz. Setelah neneknya tak sepenuhnya mampu memelihara ternak, Farizlah yang kemudian mengambil peran membantu mengurus ternak tersebut.

Kedekatan Fariz dan Margiyo cukup lekat. Sebab, semenjak sapi yang berusia 7 bulan tersebut lahir mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah ini turut serta merawatnya. Bagi Fariz, Margiyo cukup penurut. Setiap aba-aba yang diberikan olehnya, Margiyo tahu dan menurutinya.

“Ada warganet yang meminta saya menyembelihnya. Sembarangan saja, ini untuk tabungan kelak jika mau berangkat ke Mekah,” selorohnya. Dirinya berbagi tips merawat ternak berdasar pengalaman yang ia jalani. Menurutnya, jangan perlakukan hewan piaraan semena-mena, hewan ternak jangan sekalipun dipukul, sebagaimana yang ia lakukan kepada Margiyo. Baginya, merawat hewan piaraan haruslah dengan sepenuh hati.

Putra pasangan Sarpan, seorang pegawai Tata Usaha (TU) di MTsN Banyusoca dan Karmini seorang pendidik di SD Siyono 1 ini terbiasa menjalani hidup bekerja keras. Sejak kecil membantu kegiatan bertani dan beternak menjadi rutinitasnya.

Bahkan ketika mengenyam pendidikan di tingkat SLTA, dirinya terkadang mencari uang jajan tambahan dengan bekerja apa saja. “Angkut pupuk, angkut hasil panen dan melayani jasa antar tetangga yang bepergian, pokoknya kerja apa saja,” ungkap pemuda pemilik suara bernada tinggi ini.

Fariz mengaku senang jika video yang dibikin mampu menghibur dan membuat banyak orang tertawa. Tak ada target tertentu dari setiap video yang dibagikan. Dirinya sekedar membagi cerita kegiatan kesehariannya saja.

“Ketika warganet menerima dengan antusias saya senang dan bangga,” katanya.

Penggunaan bahasa dalam setiap video terdapat perpaduan antara Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Penuturan Bahasa Jawa beberapa diantaranya menggunakan istilah khas desa atau ndeso. Beberapa diantaranya, keloloten, githok, dan lainnya.

Ditanya video apa lagin yang ingin dibikin, Fariz enggan mengutarakan. “Ditunggu saja ya Ndaaaa,” tukasnya disambung tertawa. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar