Inilah 13 Tokoh Penting di Balik Kelahiran Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Tonggak sejarah persatuan Indonesia. KH/Wikipedia.

KH, — Pada hari Sabtu (28/10/2017) ini, seluruh masyarakat Indonesia tengah memperingati Hari Sumpah Pemuda. Sekitar 89 tahun yang lalu atau pada 28 Oktober 1928, para pemuda pemudi Indonesia mengikrarkan Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Sumpah yang sekarang disebut Teks Sumpah Pemuda ini tidak lahir begitu saja. Ada juga beberapa tokoh penting dibalik pembuatannya.

Nah, penasaran siapa saja tokoh penting yang dimaksud? Sebagai warga negara berwawasan tinggi dan berjiwa nasionalis, Anda wajib mengetahuinya. KH melansir dari berbagai sumber, inilah 13 tokoh penting dibalik pembuatan sumpah pemuda.

1. Soenario. Pria yang lahir di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1902 ini memiliki nama lengkap Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo. Merupakan seorang pengacara yang aktif membela para aktivis kemerdekaan pada waktu itu. Soenario dipercaya sebagai penasihat panitia perumusan Sumpah Pemuda dan juga pembicara. Setelah menyelesaikan masa studinya di tanah air, dia langsung berangkat ke Belanda guna melanjutkan ke jenjang berikutnya.

2. J. Leimena. Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku pada tahun 1905. Saat Kongres Pemuda II masih berjalan, dia merupakan anggota panitia kongres. Perlu diketahui bahwa Leimena merupakan mahasiswa aktivis yang mengetuai organisasi Jong Ambon.

3. Soegondo Djojopoespito. Seorang aktivis pendidikan yang juga tinggal di kediaman Ki Hajar Dewantara. Tokoh pemuda yang satu ini lahir pada tahun 1905. Tidak banyak orang yang tahu bahwa Soegondo inilah yang memimpin jalannya Kongres Pemuda II hingga menghasilkan Sumpah Pemuda yang kini terkenal.

4. Djoko Marsaid. Merupakan wakil ketua saat Kongres Pemuda berlangsung. Djoko sendiri merupakan ketua dari Jong Java. Tidak banyak informasi yang bisa digali dari seorang Djoko Marsaid ini. Namun, namanya tetap tercantum dalam tokoh penting perumusan Sumpah Pemuda.

5. M.Yamin. M. Yamin adalah seorang penyair yang merintis gaya puisi modern di Indonesia. Pria kelahiran Minangkabau tahun 1903 ini merupakan salah satu tokoh yang mendorong Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam perumusan Sumpah Pemuda.

6. Amir Syarifuddin Harahap. Wakil dari Jong Batak Bond. Saat perumusan Sumpah Pemuda, dia kerap menyumbangkan ide-ide brilian. Amir juga merupakan aktivis anti Jepang dan pernah terancam hukuman mati.

7. W.R. Supratman. Hayo, masih ingat bapak yang satu ini atau tidak? Ya, dialah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tidak banyak yang tahu bahwa pria bernama lengkap Wage Rudolf Soepratman ini merupakan seorang wartawan dan pengarang. Selain itu, dia juga pandai dalam memainkan biola. Saat penutupan Sumpah Pemuda, dia memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola (tanpa teks) yang kini dikenal sebagai lagu Indonesia Raya.

8. S. Mangoensarkoro. Merupakan seorang tokoh penting yang lahir pada tahun 1904. Pria bernama lengkap Sarmidi Mangoensarkoro ini merupakan pejuang di bidang pendidikan. Saat Kongres Pemuda I dan II, dia sering berbicara mengenai pendidikan untuk bangsa Indonesia. Berkat konsentrasinya yang kuat dalam bidang tersebut, dia dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950.

9. Kartosoewirjo. Pria bernama lengkap Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo ini setelah proklamasi kemerdekaan menjadi pemimpin DI/TII yang mendeklarasikan Negara Islam Indonesia. Walau begitu, sesungguhnya dia merupakan salah satu tokoh penting dalam pembuatan Sumpah Pemuda 1928. Pria kelahiran 7 Februari 1905 ini merupakan segelintir putra bangsa yang berhasil mengenyam pendidikan Eropa kala itu. Dia bersekolah di Holland Inlandsche School (HIS) di Rembang. Tempat itu merupakan sekolah elit khusus untuk anak-anak Eropa totok dan Indo (campuran).

10. Kasman Singodimedjo. Perintis keberadaan Pramuka di Indonesia. Dia juga dikenal sebagai orator yang ulung. Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia dari tahun 1945 hingga 1946.

11. Mohammad Roem. Merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum. Rasa nasionalisme dalam dirinya terbakar setelah mendapatkan perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda. Akhirnya, pria yang sering disapa Moh. Roem ini bertekad untuk ikut serta dalam perumusan ikrar Sumpah Pemuda.

12. A.K. Gani. Pria bernama asli Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivgis pemuda yang lahir di Palembang, Sumatra Barat pada tahun 1905. Dia bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond.

13. Sie Kong Liong. Nama pria yang satu ini seringkali disebut saat siapapun membicarakan Sumpah Pemuda. Bagaimana tidak, dia adalah pemilik rumah tempat berlangsungnya Kongres Pemuda II. Rumah itu terletak di Jalan Kramat Raya. Kini, rumah itu telah dijadikan sebuah museum. (TribunStyle.com/Red KH)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar