Ini Cara Membuat Bibit Kelapa Agar Cepat Ditumbuh

oleh

KARANGMOJO, kabarhandayani.– Kelapa atau cocos nucifera merupakan tumbuhan yang hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Tanaman serba guna ini memiliki fungsi untuk manusia mulai dari akar, batang, daun hingga buah yang muda dan tua.
Namun untuk dapat ditanam, membutuhkan jangka waktu yang cukup lama. Untuk itu, diperlukan cara pembibitan dan perawatan tertentu agar bibit dapat tumbuh dengan waktu yang relatif lebih pendek dengan waktu tanam pada umumnya.
Kelapa memiliki kulit paling luar yang keras sehingga susah ditembus oleh air. Hal tersebut ternyata membuat tunas kelapa tumbuh dengan lambat. Oleh karena itu, untuk mempermudah proses penyiraman dan pemupukan dilakukanlah pemotongan kulit luar pada buah kelapa.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Suraji (50) warga Padukuhan Karangmojo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul yang melakukan pembibitan kelapa. Sejumlah 7 ribu butir buah kelapa hendak ia jadikan bibit. Diantaranya, 2.500 butir kelapa ia susun berjejer di atas lahan seluas 700 meter persegi.
“Sebelum disusun seperti ini, buah kelapa dilubangi kulit luarnya dengan cara dipapras. Hal ini dimaksudkan agar air mudah masuk ke dalam kelapa ketika disiram sehingga tunasnya akan cepat tumbuh,” ungkapnya beberapa hari yang lalu, Rabu (13/8/2014).
Lanjut Suraji, pemotongan kulit luar dari buah kelapa yang akan dijadikan bibit tidak sembarangan. Sebelum menentukan sisi mana yang akan dipotong, buah kelapa harus ditaruh di air dan ketika mengapung, yang dipotong adalah posisi yang ada di atas. Hal ini menunjukkan arah tunas yang akan tumbuh nanti.
Menurut Suraji, pembuatan lubang pada buah kelapa lebih menguntungkan. Pasalnya, jika tidak dilubangi, setidaknya akan membutuhkan waktu lebih dari 1  tahun agar bibit dapat ditanam. Sedangkan, jika dilubangi, maka bibit akan dapat ditanam setelah 7 bulan.
Penyiraman dilakukan dengan periode waktu setiap dua hari sekali. Keuntungan dengan cara dilubangi dan disiram setiap 2 hari sekali, bibit akan dapat ditanam setelah 7 bulan. Sedangkan, pemupukan dilakukan setelah tunas bertangkai 2 atau ketika bibit berumur 3 bulan. Setelah pemupukan, bibit harus disiram agar pupuk dapat masuk kedalam sabut kelapa. Sedangkan, perawatan selanjutnya tinggal melakukan pembersihan dari gulma.
“Benih dijual Rp 15.000,00 per batangnya. Semua bibit ini sudah dipesan dan setiap sudah habis saya melakukan pembibitan lagi,” Pungkasnya. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar