Imunisasi Campak Dan MR Sasar Ratusan Ribu Anak Di Gunungkidul

Imunisasi campak dan measles dan rubella di SD Mujahidin Wonosari. KH/ Wibowo.

WONOSARI, (KH),– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul siap mensukseskan program Kementrian Kesehatan melakukan imunisasi Campak, Measles dan Rubella (MR). Kegiatan imunisasi tersebut akan menyasar pada 147.382 anak usia 9-15 tahun.

Pelaksana Tugas, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Sudjoko mengatakan, kegiatan imunisasi campak dan rubella akan dilaksnakan dalam dua tahap yakni pada bulan Agustus dan September.

Mulai bulan Agustus 2017 akan dilaksanakan melalui institusi pendidikan dengan target sasaran 102. 894 anak. Sedangkan pada bulan September akan di laskanakan melalui posyandu dengan jumlah target sasaran 44.488 anak.

“Target cakupan imunisasi MR diberharapkan mencapai 95 persen,” kata Sudjoko dalam sambutanya membuka pencanangan imunisasi campak dan rubella yang digelar di SD Mujahidin, Wonosari, Rabu, 2 Agustus 2017.

Sudjoko mengatakan, berdasarkan data laboratorium DIY pada tahun 2016, data kasus Campak dan Rubella di Gunungkidul cukup tinggi. Campak positif di Kabupaten Gunungkidul mencapai 87 kasus. Sementara untuk rubella positif mencapai 50 kasus.

“Pemberian imunisasi tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kasus campak dan rubella di Gunungkidul. Imunisasi ini merupakan investasi jangka panjang,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat mensukseskan program imunisasi campak dan rubella. Keberhasilan pemberian vaksin tersebut akan berdampak positif tentunya bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Gunungkdul.

“Selain menjaga kesehatn, harapan pemerintah melalui imunisasi ini adalah menjaga geneasi dan SDM . Karena kita tahu kesehatan adalah faktor utama dalam meraih SDM yang bagus,” ujarnya.

Tidak Ada Penolakan Dari Wali Murid 

Kepala Sekolah SD Mujahidin Wonosari, Andar Jumailan mengatakan, sebelum pelaksaan vaksinasi dimulai, pihaknya mengaku telah memberikan surat pemberitahun pelaksaan imunisasi campak dan rubella kepada waki murid.

Dari 675 siswa kelas I hingga kelas IV, tidak ada penolakan yang dilakukan oleh orang tua wali murid. Sehingga imunisasi campak dan rubella telah diberikan kepada siswa dengan lancar.

“Jika ada orang tua yang tidak menginginkan anaknya untuk mendapat imunisasi kita minta datang paling lambat jam 08.00 WIB, tapi hingga saat ini tidak ada wali murid yang datang berarti mereka setuju,” terangnya. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar