Ikuti Kirab HUT Gunungkidul, FKDG Siap Berperan Serta Dalam Pembangunan

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
FKDG bersiap mengikuti kirab. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Kirab Budaya Hari Ulang Tahun (HUT) Gunungkidul ke 186 digelar, Rabu, (24/5/2017). Selain rombongan seni, bregodo prajurit, aparatur pemerintahan dan kantor, terdapat pula sekelompok peserta dari warga disabilitas.

Kelomok yang menamakan diri Forum Komunikasi Disabilitas Gunungkidul (FKDG) ini mengaku, beberapa tahun terakhir selalu ikut ambil bagian pada kegiatan kirab. Sebagaimana disampaikan Ketua FKDG, Risma Wirabharata, pihaknya berharap dengan keterlibatannya tersebut masyarakat umum semakin mengerti bahwa kaum disabilitas memiliki kesamaan hak dalam segala bidang kegiatan.

Menurutnya, setiap elemen di Gunungkidul semakin memiliki empati dan tidak memandang diskriminatif keberadaan kaum disabilitas. Salah satu bukti mengenai hal itu yakni telah dilibatkannya warga disabilitas dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang).

“Dari 144 desa, paling tidak sudah ada separuh yang melibatkan kami mengikuti Musrenbang,” terangnya disela menunggu giliran melakukan start kirab.

Sebanyak 50-an anggota perwakilan FKDG dari beberapa kecamatan menggunakan beberapa tipe kendaraan sebagai sarana untuk tampil berkeliling bersama rombongan peserta pawai lainnya.

Ditanya lebih jauh, komunitasnya saat ini sedang melakukan pembaharuan data penyandang disabilitas. Risma menyebut, sebelumnya keanggotaan yang tergabung berdasar lima kriteria saja, sedangkan undang-undang yang baru menyebutkan ada 15 kriteria disabilitas.

“Sepertinya keanggotaan kami akan bertambah semakin banyak apabila berdasar acuan yang baru tersebut,” imbuh dia.

Pihaknya menganggap pemerintah telah berkontribusi terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas. Saat ini telah ada pusat pemberdayaan disabilitas di Kecamatan Nglipar. Dia berkeinginan muncul pusat-pusat pemberdayaan baru di lain kecamatan sesuai dengan potensi yang dimiliki warga disabilitas di masing-masing wilayah.

“Beberapa kegiatan ekonomi yang telah berjalan seperti di Wonosari berupa pembuatan produk aneka olahan makanan, Nglipar ada meubel, di Karangmojo membuat produk blangkon, produk tenun dibuat teman-teman dari Ngawen, dan masih banyak lagi,” papar Risma.

Dalam kegiatan keikutsertaan kirab HUT Gunungkidul kali ini mereka memiliki tema “Turut berbahagia atas hari jadi Gunungkidul ke  186, siap berperan serta dalam pembangunan di segala bidang”. (Kandar)

Komentar

Komentar