Hujan Lama Tak Turun, Petani Sedot Sungai Aliri Ladang

oleh
Petani menjaga kebasahan tanah dengan air sungi karena sementara hujan tidak turun. KH/ Kandar
Petani menjaga kebasahan tanah dengan air sungi karena sementara hujan tidak turun. KH/ Kandar
Petani menjaga kebasahan tanah dengan air sungi karena sementara hujan tidak turun. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Hujan tidak turun sekitar satu minggu membuat petani resah, sebab tanaman padi mereka yang semestinya mendapat curah hujan cukup diawal pertumbuhan terancam mati. Beruntung, adanya saluran irigasi yang dibuat oleh para petani yang memanfaatkan air sungai dapat berfungsi.

Upaya yang dilakukan petani yang berada di Desa Pulutan, Wonosari ini cukup bermanfaat, saluran pengairan yang baru saja dibuat telah berfungsi meski baru menjangkau belasan petak sawah saja.

“Kita ambil air dari sungai yang melintasi desa, Kita mengupayakan dengan mesin pompa air sehingga menjakau ladang petani yang berjarak sekitar 500 meter,” kata Yanto warga setempat sekaligus pengelola.

Upaya yang dilakukan dengan menggunakan mesin pompa air untuk mengalirkan air melalui pipa menuju areal ladang. Di pinggir ladang dibuat bak tampungan dengan volume yang tidak begitu besar, dari bak tersebut air dialirkan ke ladang melalui jaringan pipa dan rekayasa aliran air memanfaatkan gravitasi menuju petak-petak ladang.

 “Kita berencana menambah jaringan pipa agar mampu menjangkau lokasi ladang yang lebih jauh lagi,” katanya.

Sementara itu, salah satu petani, Jumirah mengaku merasa terbantu dengan adanya jaringan air yang dibuat. Dirinya bersedia membayar biaya pengucuran air yang akan dimanfaatkan untuk biaya operasional dan perawatan mesin dan pipa.

“Dialiri air berdurasi selama satu jam cukup untuk satu petak ladang saya. Daripada padi terancam mati membayar Rp. 30,000 terhitung murah,” ujarnya. (Kandar)

Komentar

Komentar