Hindari Dakwah Idul Fitri Jadi Ajang Politik Praktis, Kemenag Minta Salinan Materi

oleh
Kepala seksi Bimbingan masyarakat Islam Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul melakukan antisipasi khusus untuk meminimalisir muatan politik dalam kutbah Idul Fitri 1439 H nanti.

Kepala seksi Bimbingan masyarakat Islam Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi, ditemui dikantornya mengatakan, antisipasi yang dilakukan yakni dengan meminta salinan naskah yang akan disampaikan pada kutbah usai shalat Idul Fitri.

“Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan dakwah yang damai, tidak bermuatan politik praktis dan juga ujaran kebencian,” tandas Arif Gunadi, Senin, (11/6/2018).

Pihaknya meminta para qatip yang akan bertugas dalam kutbah Idul Fitri bersedia menyampaikan salinan naskah yang akan disampaikan. Tak hanya itu saja, Kemenag juga akan melakukan pemantauan secara intensif melalui penyuluh yang ada.

“Jika memang ada kutbah yang menyimpang dari salinan naskah yang telah diberikan, Kemenag Gunungkidul akan memberikan teguran,” tambahnya. Dengan serius Arif Gunadi meminta khotib untuk menyampaikan isi kutbah yang menyejukan.

Sementara itu, Kepala Kemenag, Gunungkidul, Aidi Johasah mengatakan, Perayaan Idul Fitri diharapakan dapat berjalan dengan aman, serta mengedepankan nilai- nilai toleransi antar umat beragama.

“Ada 1.135 titik pelaksanaan shalat Idul Fitri di Kabupaten Gunungkidul,” tukasnya. (Wibowo)

Komentar

Komentar