Hendak Tingkatkan Nilai Jual Ubi, PKK Kabupaten Pali Belajar Pengolahan Mocaf Di Gunungkidul

oleh
Ketua Tim Penggerak (TP)-PKK Kabupaten Pali, Ir. Hj. Sri Kustina terlibat dalam kegiatan pelatihan anggota PKK Kabupaten Pali. KH/ Kandar.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, perwakilan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Provinsi Sumatera Selatan berusaha meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, tanaman kebun utamanya ubi di kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan ini belum tergarap optimal. Potensinya yang melimpah tak mampu memberikan sumbangsih terhadap kesejahteraan masyarakat karena harganya yang rendah.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Pemkab Pali mengirimkan setidaknya 10 anggota PKK kabupaten untuk belajar cara mengolah ubi  ke Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pali, Dewi Abrianti mengungkapkan, hasil utama perkebunan wilayahnya berupa karet. Karena lesunya daya beli karet milik petani akhir-akhir ini, pihaknya ingin mencoba alternatif lain guna meningkatkan penghasilan petani.

Disamping menurunnya harga produksi karet, masyarakat secara umum masih memiliki kelonggaran waktu sehabis aktivitas merawat dan memanen tanaman karet. Maka, gagasan mengisi waktu agar lebih produktif diupayakan.

“Biasanya dijual dalam bentuk ubi  basah sehingga seperti tidak bernilai. Di luar itu masyarakat yang mampu mengolah juga masih sangat sedikit. Petani menjadi enggan serius bertani ubi,” terangnya.

Dari seluruh masyarakat yang memiliki tanaman ubi , Dewi mengklaim, dari hasil panen secara keseluruhan tidak lebih dari 20 persen yang diolah oleh masyarakat.

Ketua Tim Penggerak (TP)-PKK Kabupaten Pali, Ir. Hj. Sri Kustina saat meninjau kegiatan pelatihan anggota PKK Kabupaten Pali. KH/ Kandar.

Untuk itu, pelatihan pengolahan ubi  menjadi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan aneka produk turunan lainnya menjadi pilihan tepat untuk dilaksanakan.

Selama 10 hari anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Kabupaten Pali berlatih bagaimana mengolah ubi  menjadi aneka produk di Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri 21 di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP)-PKK Kabupaten Pali, Ir. Hj. Sri Kustina sangat berharap, perwakilan yang dikirim mengikuti pelatihan dapat menyerap semua ilmu yang diajarkan tutor.

Sri Kustina menyebutkan, pihaknya mengirim masing-masing dua orang perwakilan dari setiap kecamatan di Kabupaten Pali.

“Tujuannya untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu PKK dari Kabupaten Pali terkait pengolahan ubi,” jelas Sri Kustina.

Harapannya, perwakilan yang dikirim dapat menjadi pelopor pengembangan pengolahan ubi  di Kabupaten Pali.

Ilmu mengenai pengolahan ubi menjadi beragam produk diyakini akan menambah minat petani untuk serius menanam ubi, sekaligus mendongkrak nilai jual ubi daripada dijual langsung pasca panen.

Selanjutnya, sebagaimana misi TP-PKK, pelatiahan tersebut secara nyata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, jika ilmu pengolahan ubi nanti diterapkan di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Pali diyakini akan membuka peluang perbaikan atau peningkatan pendapatan dari sektor perkebunan, utamanya dari tanaman ubi.

Selama berada di KWT Putri 21, peserta pelatihan mempelajari dan prakterk mengolah ubi menjadi beragam produk. Diantaranya; cara mengolah ubi menjadi tepung mocaf, membuat egg roll, beras analog/ mocaf, pembuatan mie mocaf, pembuatan tiwul instan, stik ubi dan lain-lain. (Kandar)

Komentar

Komentar