Habis, BPBD Gunungkidul Siapkan Dana Cadangan Kekeringan Senilai Rp. 80 Juta

oleh
Dropping air di Desa Giriwungu Kecamatan Panggang dari MATRA sangat membantu pemenuhan air warga. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Akhir Oktober lalu, angaran dana untuk mengatasi kekeringan habis atau terserap secara keseluruhan. Dalam waktu dekat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul siap mencairkan dana tambahan untuk mengatasi bencana kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki saat dihubungi mengatakan, Dana cadangan tanggap bencana kekeringan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan air masyarakat hingga nanti turun hujan yang diperkirakan akan terjadi pada akhir Bulan November.

“Digunakan selama lima bulan dana awal sebesar Rp. 638 juta seluruhnya sudah terserap untuk mengatasi kekeringan dengan cara dropping air,” jelasnya.

Menyusul habisnya anggaran dana, pihaknya mengajukan dana tambahan sebesar Rp. 80 juta. Dana tersebut diprediksi akan mencukupi  kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau panjang hingga hujan tiba.

“Anggaran tambahan itu nanti akan digunakan untuk droping air sebanyak 320 tangki yang akan dibagikan di dua zona,” terang Edi.

Dua zona tersebut meliputi zona selatan yang meliputi Rongkop, Girisubo dan Tepus serta zona utara yang meliputi Gedangsari, Nglipar dan Ngawen. Lebih jauh disampaikan, melesetnya estimasi dana kekeringan yang disiapkan diawal disebabkan naiknya harga BBM solar non subsidi.

Sebagaimana diketahui, wilayah yang mengalami kesulitan air bersih ada 77 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Jumlah warga yang terdampak juga terus mengalami penambahan, yaitu 38.937 KK atau 132.491 Jiwa.

Selain menunggu dropping air dari BPBD, warga di daerah-daerah yang kesulitan air sangat mengandalkan bantuan air dari pihak swasta disamping membeli secara swadaya. (Wibowo)

Komentar

Komentar