Google Fasilitasi Aplikasi Dan Perangkat Pembelajaran Untuk 3 Sekolah Gunungkidul

oleh
Serah terima Chromebook dari Google Indonesia ke 3 sekolah di Gunungkidul. (KH/ Kandar)

KARANGMOJO, (KH),– Disdikpora Gunungkidul bekerjasama dengan Google Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan di Kabupaten Gunungkidul; yakni dengan menyelenggarakan Program Sekolah Rintisan Google (Google Pilot School Program).

Tiga sekolah yang menjadi rintisan diantaranya; SD Wonosari 1, SMP 1 Karangmojo, dan SMAN 1 Playen. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid, S.Pd., M.M disela serah terima Chromebook Education di SMPN 1 Karangmojo, Senin, (7/10/2019) menyebutkan, Google Indonesia memfasilitasi sistem aplikasi Google For Education dan perangkat Chromebook.

Pihaknya mengutarakan, tujuan dukungan Google memberikan bantuan untuk menjadikan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul agar siap menjalankan metode pembelajaran abad informasi; berkesesuaian dengan sasaran pendidikan Kabupaten Gunungkidul; serta dapat menghasilkan lulusan pendidikan yang bisa menjadi pelaku ekonomi di era Industri 4.0.

Untuk dapat memenuhi tantangan Revolusi Industri 4.0 atau era Ekonomi berbasis Teknologi Otomatisasi dan Jaringan Internet, pelaku ekonomi diharapkan memiliki kecakapan yang kuat yaitu Kemampuan Berkomunikasi, Berkolaborasi, Berpikir Kritis, dan Kreatif; serta dipungkaskan dengan Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving).

“Untuk dapat menguasai kecakapan-kecakapan tersebut, diperlukan teknologi yang tepat untuk menunjang penguasaan dalam waktu singkat. Google melalui program Google for Education, yang bersinergi dengan layanan teknologi pembelajaran jogjabelajar.org yang dimilliki oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan dukungan infrastruktur dan layanan teknologi yang berhubungan dengan tujuan penguasaan kecakapan-kecakapan tersebut,” papar dia.

Lebih jauh diuraikan, Disdikpora Gunungkidul merupakan lembaga pemerintah pertama di Indoneisa yang bekerjasama dengan Google Indonesia dalam rangka penggunaan dan pengembangan pembelajaran 4.0 memanfaatkan sistem aplikasi G Suite for education itu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Duta Digital Informatika, Arya Sanjaya selaku partner resmi Google For Education mengungkapkan, Google Indonesia memberikan sebanyak 81 Chromebook untuk tiga sekolah percontohan. Sehingga masing-masing sekolah menerima 27 perangkat.

“Siswa di tiga sekolah juga mendapatkan akun email gratis yang memiliki kapasitas tidak terhingga dan kapasitas penyimpanan file di drive google tidak terbatas. Punya aplikasi untuk membuat dokumen, tabel, presentasi yang menunjang kegiatan pembelajaran. Semua bebas lisensi,” urai Arya.

Di tiga sekolah tersebut juga telah dapat dilaksanakan kelas digital atau kelas virtual. Dengan kelas virtual siswa bisa belajar dari materi yang diajarkan guru dan menerima tugas serta memberikan jawaban tanpa memerlukan kertas lagi. Sehingga lebih efektif dan efisien. Sebab dalam penilaian hasil kerja siswa juga dapat dilakukan guru secara lebih cepat.

Tak hanya itu saja, siswa juga dapat mengakses pembelajaran dari rumah melalui akun yang dimiliki menggunakan gadget. Begitu juga menerima tugas dan mengirimkan jawaban.

Untuk menjalankan kegiatan pembelajaran tersebut, sebelumnya guru di tiga sekolah telah mendapat pelatihan dari Google mengenai bagaimana menjalankan aplikasi Google For Education.

Usai diklat, guru juga diseleksi untuk mengikuti ujian sertifikasi internasional dari Google. Dari 14 guru dari 3 sekolah tersebut lolos 7 guru meraih predikat Google Certified Educator Level 1.

Guru di SMPN 1 Karagmojo, Iwan Muharji mengutarakan, mulanya ia kesulitan dengan teknologi pembelajaran yang baginya tergolong baru itu. Namun setelah memperoleh pendampingan ia merasa bahwa pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Komentar

Komentar