GKJ Klasis Gunungkidul Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Paskah Adiyuswa

oleh

WONOSARI, Kabarhandayani; GKJ se-Klasis Gunungkidul akan menjadi tuan rumah Kegiatan Perayaan Paskah Adiyuswa se-Sinode GKJ pada tahun 2014 ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 31 Mei 2014 di Lapangan Puslatpur milik Dodiklatpur Rindam IV Diponegoro di Paliyan Gunungkidul.

Kegiatan berkala 2 tahunan ini diselenggarakan dengan tempat secara bergiliran di Klasis GKJ. Pada tahun 2006 diselenggarakan di Semarang dengan dihadiri 6000 peserta, tahun 2008 di Jakarta  dihadiri 4000 peserta, tahun 2010 di Purwokerto dihadiri 6000 peserta, tahun 2012 lalu di Purworejo dihadiri 12.000 peserta. Pada tahun 2014 ini diselenggarakan di Gunungkidul dengan peserta diperkirakan lebih dari 12.000 para adiyuswa.

Pdt. Christiana Riyadi, S.IP.,S.Th selaku Ketua Umum Panitia, pada Jumat (2/5/2014) menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai kegiatan pertemuan jemaat adiyuswa (kaum sepuh) dan tidak melibatkan pihak diluar jemaat sebagai peserta. Selain itu kegiatan ini bersifat rekreatif.

“Kegiatan ini adalah pertemuan untuk mewujudkan persaudaraan, komunikasi, pembinaan kerohanian bagi para jemaat lanjut usia dari warga GKJ yang berasal dari 316 gereja yang tersebar di 6 wilayah provinsi di Jawa. Setelah selesai acara, para adiyuswa tadi akan melaksanakan acara rekreasi ke berbagai obyek wisata alam dan wisata budaya yang ada di Kabupaten Gunungkidul,” tambah Pdt. Christiana.

Menurut rencana, Perayaan Paskah Adiyuswa 2014 akan dihadiri tamu undangan, yaitu Gubernur DIY beserta Muspida DIY, Pangdam IV Diponegoro, Kakanwil Kemenag DIY, Bupati Gunungkidul beserta Muspida Gunungkidul, Kepala SKPD  Gunungkidul yang terkait, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Tokoh Organisasi Keagamaan di Gunungkidul, dan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Gunungkidul.

Untuk memeriahkan kegiatan ini, jemaat GKJ Klasis Gunungkidul juga akan menggelar pentas seni dan budaya, serta pameran dan bazaar sebagai sarana promosi potensi wisata dan seni budaya serta ekonomi kreatif produk khas Gunungkidul.

Terkait dengan adanya indikasi penolakan kegiatan ini melalui pemasangan spanduk penolakan di rencana lokasi kegiatan di Paliyan dan di Kota Wonosari, Panitia Pelaksana menyampaikan keterangan kepada kabarhandayani.com, bahwa kegiatan ini telah mendapatkan ijin dari pihak yang berwenang. Koordinasi juga terus dilaksanakan baik kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul maupun ke Pemda DIY dan instansi lain terkait.

Penulis: Bara, Sumaryanto. Editor:Jjwidiasta.

Komentar

Komentar