Geopark Night Specta 4: Gaseng Dan Erix Sukamti Bak Magnet Bagi Penonton

oleh
Pebampilan Erix Soekamti di Geopark Night Specta 4 di kawasan Embung Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk. KH/ Kandar.

PATUK, (KH),– Meski digelar di lokasi jauh dari pusat kota, konser musik Geopark Night Specta 4 tetap semarak. Panggung terbuka di kawasan Embung Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul tempat berlangsungnya acara  berjubel penonton.

Salah satu alasan mereka berduyun-duyun datang dari berbagai kota tak lain karena ingin melihat aksi panggung sederet artis. Pantitia konser musik dalam rangka peringatan penobatan kawasan karst Gunung Sewu sebagai Gunung Sewu Unesco Global Geopark (GSUGG) oleh Unesco mendatangkan Erix Sukamti, Gaseng Om Wawes, Nufi Wardhana, dan Nanda Candra.

Nufi Wardhana dan Nanda Candra bergantian bernyanyi dengan suara berintonasi tinggi membuat hadirin larut dalam lagu. Berikutnya, aksi panggung yang atraktif dari Gaseng yang mengajak penonton turut melantunkan lagu ‘Penak Kanca’ membuat suasana semakin meriah. Tak ubahnya dengan artis pamungkas, Erix Soekamti dan penonton lebih menyatu dan berjingkrak bersama.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager Geopark Gunung Sewu, Budi Martono mengungkapkan, konser musik yang digelar Jum’at, (19/7/2019) malam tersebut bertepatan dengan hari terakhir status Geopark Gunung Sewu sebagai Global Geopark Network (GGN) Unesco.

“Minggu depan Geopark Gunung Sewu kembali dinilai oleh asesor. Kami mohon dukungan kepada semua pihak,” kata Budi.

Sebagaimana diketahui, kawasan Geopark Gunung Sewu ditetapkan masuk dalam GGN sejak 21 September 2015 oleh Unesco. Kawasan karst Gunung Sewu ini merupakan kawasan paling istimewa di Jawa.

Kawasan tersebut berbentuk conical hills, terdiri dari sekitar 40.000 bukit karst. Panjang kawasan ini mencapai 85 kilometer dengan luasan endapan gampingnya mencapai 1.300 kilometer persegi. Membentang dari Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pacitan dengan total 33 situs (site).

Pada tahun keempat peringatan penobatan GSUGG pertunjukan musik dipilih dengan anggapan sebagai ‘bahasa paling universal’ untuk menyampaikan maksud dalam mempertahankan konsep perlindungan, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan kepada generasi milenial. (Kandar)

Komentar

Komentar