Gara-gara Kejang Otot, Pemancing Terjebak Di Lereng Goa Langse

oleh
Petugas Polsek dan SAR berkoordinasi persiapan evakuasi korban. foto: Humas Polsek Purwosari.

PURWOSARI, (KH),– Seorang pemancing, Slamet (38) warga Padukuhan Sonosamiran, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta mau tidak mau harus bermalam di lereng tebing kawasan Goa Langse Kecamatan Purwosari, Jum’at, (20/4/2018).

Sebab, ketika hendak pulang sehabis memancing bersama dua rekannya, kaki Slamet mengalami kejang otot/ kram sehingga tidak bisa berjalan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke beberapa pihak, termasuk petugas Polsek setempat dan tim Search And Rescue (SAR).

Kapolsek Purwosari, AKP Budi Kustanto, S.H, bersama sejumlah anggota polsek kemudian mendatangi lokasi keberadaan Slamet. Pihak polsek berkoordinasi dengan tim SAR yang akan melakukan evakuasi.

“Slamet bersama kedua temannya Harto dan Anton pada Kamis malam (19/4) memancing di spot rock fishing yang berlokasi di lereng Gua Langse. Lokasi tersebut melewati jalan setapak yang curam dan terjal,” terang Kapolsek.

Lanjutnya, saat hendak pulang pada Jum’at sore, tiba-tiba Slamet mengalami kejang otot pada dua kakinya sehingga tidak memungkinkan berjalan. Karena medan yang sulit, sehingga upaya evakuasi terhadap Slamet tidak mudah dilakukan.

Basarnas Yogyakarta, Dedi S memastikan, Slamet tidak bisa ditandu menyusuri jalan setapak yang dipakai saat masuk ke lokasi. Dirinya menganggap, menandu Slamet melewati medan yang sulit sangat beresiko.

“Korban dalam kondisi sadar, namun cidera kejang otot kaki membuatnya tidak bisa berjalan,” ujarnya. Untuk sementara waktu beberapa petugas SAR menemani korban di lokasi tersebut.

Pihaknya berencana melakukan evakuasi terhadap Slamet melalui jalur laut dengan menggunakan perahu jukung, Sabtu pagi. Sebelumnya korban, untuk sementara waktu telah ditempatkan di lokasi yang aman. (Kandar)

Komentar

Komentar