Gamelan untuk Terapi Kesehatan Jiwa

Gamelan mampu menjadi media terapi kesehatan mental. Dok; Koran Jakarta.

JAKARTA, (KH) — Gamelan adalah alat musik khas Indonesia yang berasal dari Jawa. Gamelan sering dipakai untuk mengiringi pertunjukan pada acara-acara besar adat dan upacara sakral.

Sebagaimana dilansir Koran Jakarta (Jumat, 10/2/2017), di Inggris, gamelan berubah fungsi menjadi sebuah pertunjukan musik untuk terapi. Bunyi yang khas dan pendekatan yang tidak formal dengan musik lainnya membuat gamelan mempunyai daya tarik tersendiri.

“Gamelan cukup bagus untuk melatih mereka berteman, mempunyai latar belakang baru, mempunyai daya ingat yang kuat, dan lepas dari kondisi sulit,” ungkap Katherine Haigh, Direktur Eksekutif Good Vibrations, badan amal yang menggagas ide gamelan dijadikan terapi.

Menurutnya, gamelan telah dipergunakan untuk terapi kepada 4.000 narapidana selama 10 tahun. Bunyi-bunyian unik yang keluar dari gamelan mampu membuat orang yang mendengarnya rileks. Bahkan, jika sudah bermain gamelan, seseorang akan keasyikan dan hal ini tentu saja dapat melepaskan kondisi sulit mereka.

Uniknya, Good Vibrations justru melakukan terapi dengan gamelan untuk menciptakan latar belakang baru bagi mereka, termasuk mempunyai keterampilan. Hal ini diharapkan agar para narapidana dapat bertahan jika sudah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Katherine mengatakan dirinya belajar gamelan sejak kuliah pada 1998 di York of University. Menurutnya, keunikan cerita pewayangan membuatnya ingin tahu gamelan lebih banyak.

“Kami melakukan kursus gamelan selama satu minggu dan para peserta menciptakan, mengimprovisasi dan kemudian pentas serta mendapatkan kualifikasi,” katanya.

Dia menambahkan gamelan adalah aktivitas bersama. “Tidak ada konduktor atau pemimpin dan kontribusi setiap orang sama pentingnya. Unsur alami gamelan adalah Anda harus mendengarkan setiap orang agar bagian permainan Anda bisa sesuai. Bermain gamelan memerlukan kerja tim dan kemampuan berkomunikasi,” tambahnya.

Salah satu peserta yang mengikuti kursus gamelan ini adalah Russ Haynes, seorang stand-up comedian.

“Saat Good Vibrations bertemu dengan Russ, dia baru saja keluar dari penjara dan menarik diri dari semua,” katanya.

Russ sendiri menyatakan melalui rekaman video di akun Facebook Good Vibrations bahwa saat bertemu dengan tim ini dia mengalami depresi. “Melalui gamelan, untuk pertama kalinya saya bisa menguasai diri sendiri dan gamelan membantu pekerjaan saya sekarang sebagai stand-up comedian,” kata Russ.

Banyak anggota kelompok yang didirikan Katherine ini memang mahir bermain gamelan dan mereka tergabung dalam sejumlah kelompok, termasuk The Southbank Gamelan Players dan Gamelan Naga Mas.

Salah satu rencana untuk 2017 ini, lanjut Katherine, tidak hanya menambah jumlah narapidana yang dilatih, namun juga memperluas komunitas yang dibantu, termasuk mereka yang mengalami gangguan jiwa. Rtr/R-1

Menimbulkan Perasaan Berbeda

Mendengarkan alunan gamelan terbukti mampu mengubah sifat-sifat buruk yang tertanam dalam diri manusia, baik muda maupun tua. Bahkan, tidak hanya masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaatnya, beberapa negara asing pun mengakui kekuatan terapi jiwa yang dilakukan melalui media musik karawitan.

“Instrumen yang dihasilkan masing-masing alat musik gamelan kemudian terpadu menghasilkan bunyi yang indah dan memiliki getaran yang menimbulkan perasaan berbeda,” ungkap Danis Sugiyanto, pengamat karawitan, pengajar karawitan di Institut Seni Indonesia Surakarta, dan tutor terapi gamelan.

Bukan hanya musiknya saja yang bisa menjadi terapi, ketika melihat lebih dalam, para pengrawit harus mampu mendengarkan permainan pengrawit yang lain untuk dapat memainkan alat musiknya dengan baik yang akhirnya bisa menjadi padu. Keharmonisan suara yang dihasilkan dari banyak alat musik juga tercipta dari rasa kerja sama.

Gamelan atau karawitan Jawa bisa digunakan sebagai terapi komunikasi bagi penderita skizofrenia. Melalui latihan memainkan musik pentatonis gamelan Jawa, penderita Skizofrenia berlatih berkomunikasi dengan orang lain dalam hal ini sesama pemain gamelan.

Komunikasi yang terjadi akan menentukan keselarasan irama tetabuhan yang mereka hasilkan dari bermain gamelan. Semakin baik penghayatan pada irama karawitan itu, penderita skizofrenia ini juga akan mampu segera masuk kembali ke masyarakat dan sistem sosial mereka semula.

Penerapan ini dimulai oleh Instituto Nacional de Psiquiatria Ramon de la Fuente yang ada dibawah Kementerian kesehatan Meksiko. Organisasi ini adalah pusat rehabilitasi psikologi terbesar dan terkemuka di Meksiko. Lokakarya tentang pemanfaatan gamelan ini dimulai pada 2012 di Mexico City yang ditutup dengan pergelaran gamelan oleh penderita skizofrenia. Pada April 2013 dilakukan acara yang sama untuk kedua kalinya. (Rtr/R-1/Koran Jakarta/KH1).

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar