Fobia: Bukan Sekadar Perasaan Takut atau “Perilaku Aleman”

oleh
Fobia. Foto: idntimes.

KH.- Dalam pergaulan antarteman atau keluarga, pernahkah Anda menjumpai seseorang yang merasa takut sedemikian parahnya, sehingga orang tersebut sering dianggap penakut, dianggap melebih-lebihkan, dianggap lebay, atau paling parah dianggap sebagai orang yang berperilaku “njaluk aleman“.

Ya, bisa takut pada orang lain, takut pada benda tertentu, takut pada peristiwa tertentu, takut berada di tempat tertentu, dan lainn sebagainya.

Fobia atau phobia adalah suatu perasaan takut berlebihan terhadap suatu hal yang tidak masuk akal, baik itu objek maupun situasi yang sebenarnya tidak menimbulkan bahaya. Tidak seperti rasa gugup pada umumnya, misalnya gugup ketika Anda hendak berbicara atau tampil di depan publik, phobia biasanya berkaitan dengan sesuatu yang spesifik.

Jenis Phobia

Phobia secara garis besar dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

Phobia Spesifik

Jenis phobia ini lebih mengarah pada phobia yang dikarenakan objek atau situasi tertentu. Phobia ini biasanya dimulai dari masa kanak-kanak atau remaja, dan bisa berkurang tingkat keparahannya seiring dengan bertambahnya umur. Beberapa contoh phobia spesifik yaitu:

  • Glossophobia: merasa takut untuk berbicara di depan umum, bahkan memikirkannya dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan fisik yang signifikan seperti misalnya keringat dingin, lemas, dan sakit perut.
  • Acrophobia: rasa takut terhadap ketinggian. Mereka yang mengidap acrophobia akan menghindari tempat-tempat tinggi seperti pegunungan, jembatan, dan bangunan tinggi. Gejala yang muncul bisa berupa pusing, vertigo, keringat dingin, dan perasaan ingin pingsan saat berada di ketinggian.
  • Claustrophobia: rasa takut terhadap tempat sempit. Dalam kasus lebih parah, orang dengan claustrophobia menghindari naik lift, bahkan kendaraan seperti mobil.
  • Aviatophobia: takut akan terbang.
  • Dentophobia: ketakutan terhadap dokter gigi atau prosedur yang dilakukan oleh dokter gigi. Dentophobia biasa muncul setelah mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat mengunjungi dokter gigi.
  • Hemophobia: takut terhadap darah atau luka. Mereka yang memiliki hemophobia bahkan bisa pingsan jika dihadapkan dengan darah atau luka baik yang berasal dari dirinya sendiri maupun orang lain.
  • Arachnophobia: rasa takut terhadap laba-laba.
  • Cynophobia: rasa takut terhadap anjing.
  • Ophidiophobia: rasa takut terhadap ular.
  • Nyctophobia: Rasa takut terhadap malam hari atau kegelapan. Rasa takut ini biasa terjadi pada anak kecil, namun jika rasa takut tidak hilang atau malah bertambah parah hingga dewasa, maka dapat disebut sebagai fobia.

Komentar

Komentar