Festival Kali Oya ”Banyu Kanggo Banyu” 2018 Digelar Selama Satu Bulan Lebih

oleh
Pembukaan festival Kali Oya bertema “Banyu Kanggo Banyu”. foto; istimewa.

PATUK, (KH),– Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan wahyudi membuka Festival kali Oya ke 6 tahun 2018 dua hari yang lalu, Sabtu, (14/7/2018). Festival yang berlangsung di kawasan Wulenpari, Desa Beji, Kecamatan Patuk,  Kabupaten Gunungkidul tersebut mengambil tema “Banyu Kanggo Banyu“.

Immawan Wahyudi mengaku terkesan dengan pelaksanaan Festival Kali Oya sejak pertama hingga ke -6. Sebab, pelaksanaannya selalu mengandalkan swadaya masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini, karena jelas memiliki dampak positif terhadap masyarakat. Harapannya untuk tahun depan bisa dibantu pendanaan dari Dana Keistimewaan (Danais),” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Panitia, Aminuddin Aziz menjelaskan tema yang diusung. Tema Banyu Kanggo Banyu mengandung 3 makna sekaligus. Pertama secara teologis, yakni bahwa setiap agama melalui ajaran di kitab suci selalu menempatkan air sebagai sumber kehidupan manusia.

“Makna kedua yakni konservasi. Artinya sebagai umat manusia sama-sama mempunyai tugas untuk mengembalikan fungsi air untuk kelangsungan hidup manusia,” jelas Azis.

Lantas makna ke tiga yakni berkaitan dengan solidaritas, yakni sebuah pengharapan dan ajakan dengan digelarnya festival dapat menumbuhkan semangat solidaritas terhadap saudara-saudara yang kekurangan air seperti pada musim kemarau seperti sekarang ini.

Kegiatan festival tersebut diselenggarakan mulai tanggal 14 Juli hingga 20 Agustus 2018 mendatang. Berbagai macam kegiatan sebagai pelengkap diantaranya terdapat agenda diskusi, pameran, lomba-lomba dan pentas seni.

Selain wakil bupati, turut hadir dalam pembukaan diantaranya perangkat desa setempat, tokoh agama lintas iman dan tokoh masyarakat. (Kandar)

Komentar

Komentar