Dwi Handoko, Tukang Sol Sepatu Yang Nyaleg Demi Amar Ma’ruf Nahi Munkar

oleh
Dwi Handoko (berkaus kuning) Caleg DPRD Gunungkidul dari PAN no urut 4. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Calon Legislatif (Caleg) tak harus berasal dari masyarakat dengan strata sosial tinggi, mantan birokrat atau mantan pejabat pemerintahan. Bahkan bukan pula orang yang berduit tebal. Kira-kira demikian ungkapan yang sesuai dengan Dwi Handoko (51) warga Kecamatan Playen ini. Meski berprofesi sebagai tukang sol sepatu, ia berani turut meramaikan perebutan kursi dewan di Kabupaten Gunungkidul.

Pada Pemilu April 2019 nanti ia menjagokan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 di bawah bendera Partai Amanat Nasional (PAN).

Ditemui di tempat usaha di sebelah utara Pasar Argosari, Wonosari, lelaki dua anak ini mengaku mantab maju sebagai caleg lantaran prihatin dengan citra  buruk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kata dia, berdasar informasi yang didengar, anggota dewan identik dengan materi, kemewahan, dan moral yang buruk. Meski memang tidak semuanya demikian.

“Contoh saja, saya pernah dengar ada anggota dewan jika mau rapat atau sidang harus minum minuman keras dulu agar lancar berkomunikasi,” ungkapnya prihatin.

Bukan hal itu saja, untuk lolos di kursi DPR, selama ini yang berhasil terpilih seolah mereka yang menang melalui pertarungan antara orang dengan kapital kuat. Sehingga siapa yang banyak duit maka ia akan lolos atau terpilih.

Dengan alasan itulah, niat terjun didunia politik juga menjadi bagian tujuan hidup, yakni menegakkan Amar ma’ruf nahi munkar. Yang maksudnya untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat melalui segenap kewenangannya sebagai dewan jika nanti terpilih.

“Dengan kesederhanaan saya hadir. Saya jelas tidak pakai politik uang. Karena itu melawan Allah. Kalau biaya politik ya wajar,” demikian Dwi Handoko menegaskan bahwa dirinya akan maju dengan cara yang bersih.

Lulusan SMA Muh Wonosari ini menambahkan, pengalaman menjadi kader partai sejak 1999 cukup membuatnya tahu seluk beluk perpolitikan. Lelaki yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang UKM DPD PAN Gunungkidul ini mengaku tak memiliki agenda kampanye terjadwal dan program-progam yang diusung rinci dan detail.

“Saya tidak mau muluk-muluk mengenai program. Yang jelas bekerja dengan baik jika terpilih,” imbuhnya.

Komentar

Komentar