Dukung Kampung Batik Desa Petir: UGK Tanam Pohon Bahan Pewarna Alami

oleh
Penanaman bibit pohon bahan pewarna alami batik di Kecamatan Rongkop. KH.

RONGKOP, (KH),– Dalam rangka melaksanakan RPJMD, Pemerintah Daerah Gunungkidul menetapkan kebijakan Kecamatan Rongkop sebagai kecamatan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (Iptek). Kebijakan ini tertuang dalam SK Bupati No 342/ KPTS/ 2018 tentang Penetapan Rongkop Sebagai Kecamatan Ilmu Pengetahuan danTeknologi.

Kondisi wilayah dan potensi SDA Kecamatan Rongkop yang relatif terbatas juga menjadikan kecamatan ini ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Daerah (Iptekda) oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Harapannya Kecamatan Rongkop menjadi Kecamatan Iptek yang memiliki keunggulan dan daya saing yang bisa berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan daerah, peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat.

Realisasi dampingan LIPI berupa dukungan penerapan iptek pada kelompok Kampung Batik di Dusun Petir, Desa Petir. Program pendampingan tersebut dilaksanakan sejak tahun 2016.

Lantas sejak 2018, program tersebut didukung oleh berbagai stake holder pembangunan untuk meningkatkan capaian hasil pembangunan bagi masyarakat Desa Petir. Progarm kampung batik yang telah dikawal oleh BPTBA LIPI bersama BAPPEDA Gunungkidul dikuatkan dengan kebijakan Pemerintah Daerah mengenai Pengembangan Tanaman Pendukung Usaha Batik di wilayah sentra kerajinan batik rakyat yang tertuang dalam Keputusan Bupati Gunungkidul nomor 340/ KPTS/ 2018.

Dalam SK bupati tersebut, ditetapkan program pengembangan tanaman pendukung usaha batik sebagai bahan pewarna alami dan membuka peluang serta mendorong bagi setiap pihak baik dari Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan forum CSR untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah desa dalam pengembangan tanaman pendukung usaha batik di wilayah sentra kerajinan batik.

“Sejalan dengan program di atas, Universitas Gunung Kidul (UGK) bersama masyarakat melaksanakan program penanaman bibit pohon warna alam. Bibit ini ditanam di kawasan Wana Desa Desa Petir serta di kawasan Dusun Siyono C Desa Petir,” kata Rektor UGK, Saryana, S.I.P., M.Si

Program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan program KKN tahun ini. UGK bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung (BPDASHL) DIY  dalam rangka pengadaan bibitnya.

Pemantapan program penanaman bibit pohon bahan baku pewarna alam, secara simbolis dilaksanakan penanaman bertepatan dengan kegiatan penerjunan mahasiswa KKN UGK beberapa waktu lalu.

Kegiatan simbolis penanaman dilakukan Wakil Bupati Gunungkidul, Dr Imawan Wahyudi, SH. MH., bersama dengan Rektor UGK, Saryana, S.I.P., M.Si, Camat Rongkop, AgungDanarto, S.Sos., M.SE., serta Kades Desa Petir, Sarju, S.I.P.

Komentar

Komentar