Dua Wisatawan Terseret Ombak, Satu Patah Kaki

oleh
Korban kecelakaan laut di pantai Gunungkidul. Foto: SAR Satlinmas Wilayah II Baron.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dua wisatawan asal Kabupaten Gunungkidul dan Klaten, Jawa Tengah berhasil diselamatkan Tim Search And Rescue (SAR) saat terseret ombak di pantai selatan Gunungkidul.

Dua wisatawan tersebut yakni Maryati warga Kecamatan Patuk Gunungkidul dan Lutfi wisatawan asal Klaten Jawa tengah. Maryati terseret ombak saat asik bermain air di Pantai Pok Tunggal pukul 10.30, Minggu 23 Juli 2017. Sementara Lutfi tersert ombak di Pantai Baron pukul 14.00 WIB pada hari yang sama.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, berkat kesigapan anggota SAR yang bertugas, kedua korban berhasil di selamatkan. Akibat kerasnya gelombang yang menyeret, Maryanti diketahui mengalami patah tulang kaki.

“Berulang kali anggota kita mengingatkan agar tidak lalai saat bermain air, namun korban ini tidak mengindahakan himbauan petugas. Saat ombak datang langsung terseret ketengah,” ungkap Surisdiyanto Minggu siang.

Sementara untuk korban di Pantai Baron, Surisdiyanto menjelaskan, korban terseret ombak setelah jatuh akibat kelelahan bermain air. Namun beruntung saat tidak sadarkan diri anggota SAR langsung datang memberikan pertolongan.

Terpisah Koordinator Tim SAR Wilayah II Gunungkidul Marjono mengungkapkan, pihanya tidak lelah memberikan himbauan kepada wisatawan yang menikmati liburan di Pantai Selatan Gunungkidul, namun upaya tersebut sering tidak mendapat perhatian.

Dalam kesempatan tersebut Marjono mengatakan gelombang laut pantai selatan Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir tidak bersahabat. Pasalnya tinggi gelombang mencapai 10 hingga 15 feet. Tingginya gelombang juga memaksa nelayan untuk menghentikan sementara rutinitas mencari ikan.

“Cuaca buruk ini menurut prediksi kami adanya siklus tahunan yang bisa terjadi pada bulan Juli hingga Agustus. Menurut sumber terkait pada pekan depan, gelombang diprediksi akan mencapai 17 feet. Kita himbau para wisatawan tetap hati- hari, ” paparnya . (Wibowo)

Komentar

Komentar