DIY Menjadi Propinsi Yang Konsisten Bina Karangtaruna

oleh
Pembukaan Kemah kebangsaan Karangtaruna se DIY tahun 2018 di lapangan Desa Gari, Wonosari, Sabtu, (22/9/2018).

WONOSARI, (KH),– Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah yang konsisten membina karangtarunanya agar berprestasi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jendral Dinas Sosial RI, Drs Pepeng Nasarudin MSI disela pembukaan Kemah kebangsaan Karangtaruna se DIY tahun 2018 di lapangan Desa Gari, Wonosari, Sabtu, (22/9/2018).

Pepeng Nasarudin mengungkapkan, salah satu buktinya yakni keikutsertaan Karangtaruna Mekar Pandega Desa Gari maju lomba hingga tingkat Nasional mewakili DIY tahun ini.

Menurutnya, karangtaruna harus mampu mengikuti perkembangan jaman. Menuju revolusi industri melalui teknologi digital dan internet. Teknologi informasi dimanfaatkan secara positif sehingga menciptakan peluang-peluang industri.

“Mari sama-sama menuju Revolusi Industri mengikuti apa yang dicanangkan Presiden RI,” ajak Pepeng Nasarudin.

Sambungnya, karangtaruna merupakan wadah organisasi yang luas. Terdiri dari banyak elemen dan golongan di masyarakat. Di tengah masyarakat karangtaruna bisa hadir dengan wira usaha sosial di daerahnya masing-masing untuk kesejahteraan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua karangtaruna DIY, GKR Condrokirono menegaskan, Karangtaruna merupakan generesari bangsa untuk memajukan dan mensejahterakan. Segala bentuk pembangunan bisa dilakukan oleh anak muda.

“Karangtaruna menjadi unsur penting pemupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta pengurai segala persoalan dan kendala yang ada di wilayah,” terang GKR Condrokirono.

Sementara itu, dalam kesempatan sambutan, Bupati Gunungkidul, Badingah, memaparkan, pemuda generasi bangsa harus selalu andil berbuat dan bertindak mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam menghadapi segala permasalahan yang ada.

Menurutnya, kegiatan Kemah kebangsaan Karangtaruna akan memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan mencegah terjadinya perpecahan. Sebab, saat ini banyak Isu-isu yang bisa menimbulkan perpecahan.

“Isu SARA bisa menimbulkan kerawanan bangsa, maka walaupun berbeda adat istiadat, suku, agama, serta bahasa kita harus selalu bersatu dalam naungan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Menjunjung kebhinekaan agar persatuan tetap terjaga,” urainya.

Adapun kegiatan Kemah Kebangsaan di laksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Minggu, 22- 23 September 2018. Pada kesempatan pembukaan juga digelar dialog kebangsaan dengan mendatangkan pemuda berprestasi, salah satunya perempuan atlet panjat tebing asal DIY yang memperoleh medali emas pada Asian Games beberapa waktu lalu.

Kemah kebangsaan Karangtaruna yang bertema Inspirasi Muda Istimewa ini diisi kegiatan – kegiatan diantaranya; pentas budaya, permainan tradisional, pembagunan atau bedah rumah dan lain-lain. Setidaknya diikuti 250 peserta dari Karangtaruna di DIY meliputi Jogjakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. (Kandar)

Komentar

Komentar