Direncanakan Penanaman Pohon Di Gunungkidul Pecahkan Rekor Dunia

Ketua Koprabuh Gunungkidul, Wahyu Purwanto, MSIE. (KH/Jn)

PLAYEN,(KH),– Apabila terealisasi, penanaman pohon di Gunungkidul tanggal 06 November 2017 mendatang akan memecahkan rekor dunia atau Guinness World Records (GWR) 2017.

Rekor penanaman pohon direncanakan akan dilakukan di wilayah Kecamatan Ponjong dengan jumlah 250.000 batang pohon yang  akan ditanam dalam jangka waktu hanya 1 jam dengan melibatkan 10.000 petani.

Ketua Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) Gunungkidul sekaligus ketua pelaksana kegiatan penanaman pohon di Kantor Posko GWR, Wahyu Purwanto, MSIE, ketika ditemui pekan kemarin di Desa Bandung, Playen, mengatakan, agenda tersebut diawali adanya rencana mengurangi ancaman kera diberbagai wilayah di Gunungkiodul yang merusak tanaman para petani.

Panjang lebar Wahyu memaparkan, pembahasan awal di Dinas Kehutanan Gunungkidul terkait ancaman kera akan di tanam serentak pohon jambu monyet (jambu mede) untuk mengurangi ancaman kera merusak tanaman.

“Tetapi ketika pembahasan ini dibawa ke Koprabuh tingkat Nasional akhirnya berkembang, tidak hanya pohon jambu monyet saja yang ditanam, tetapi ada pohon lain yang dapat menghasilkan komoditas bagi para petani. Hingga akhirnya berkembang dan  tercetus untuk menanam pohon yang bisa memecahkan rekor dunia,” urai Wahyu.

Pada pemecahan rekor dunia yang direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Pohon yang akan ditanam meliputi pohon Jati, Kaliandra dan Jambu mede (mente).

Sementara itu pada hari yang sama dilaksanakan konfrensi perubahan iklim tingkat dunia di Jerman yang akan diikuti oleh Presiden RI, Joko Widodo. “Kegiatan penanaman pohon akan ditayangkan secara live disaksikan di Hamburg Jerman sehingga Jokowi dapat melihat langsung,” sambung Wahyu.

Seperti diketahui, manfaat pohon yang dipilih untuk ditanam cukup besar. Pohon Jati memiliki nilai jual tinggi, sedangkan Pohon Kaliandra selin kayu daunnya dapat difungsikan sebagai pakan ternak, menjadi salah satu solusi mengatasi sulitnya pakan ternak saat musim kemarau. Sementara Jambu Mede memberikan ketersediaan cadangan makanan bagi kera agar tidak menyerang lahan pertanian.

Tak dipungkiri, ketiga jenis pohon tersebut memiliki rentang waktu yang lama untuk memanennya. Sehingga gagasan untuk mendapat hasil jangka pendek, petani atau masyarakat dapat menanam tanaman yang memungkinkan dipanen dalam waktu yang lebih cepat, misalnya saja di kawasan pepohonan menanam jahe merah.

Terpisah, Camat Ponjong, Marwanta, membenarkan rencana penanaman pohon yang akan memecahakan rekor dunia tersebut. Saat ini ia sedang mempersiapkan segala sesuatunya sekaligus menyediakan lahan yang nanti akan ditanami pohon.

“ Dengan jumlah  250.000 pohon maka kami akan menyediakan lahan minimanl 50 hetar lebih. Lokasinya di lima desa, yakni Desa Gobang, Bedoyo, Kenteng, Karangasem dan Ponjong,” tutur Marwanta.

Marwanta berharap dengan program kegiatan GWR nanti selain segenap manfaat dari penanaman pohon untuk keseimbangan alam atau ekosistem, dapat pula mengangkat nama Gunungkidul di dunia Internasional.

“Karena akan tayang langsung di Jerman bersamaan sebuah acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo, sedangkan yang di Ponjong akan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla,” pungkasnya. (Jn)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar