Dinkes Gunungkidul Libatkan BPOM Pantau Makanan Yang Beredar Jelang Lebaran

oleh
ilustrasi jajanan berbuka puasa/ takjil. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Setiap bulan Ramadhan muncul banyak pedagang makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Keberadaannya biasa ditemui di pinggir-pinggir jalan. Di luar itu secara umum toko atau swalayan juga menambah komoditas aneka jenis dagangan makanan.

Hal tersebut ditanggapi Dinas Kesehatan Gunungkidul dengan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar hati-hati memilih makanan. Kewaspadaan diperlukan mengantisipasi adanya pedagang nakal yang menjual makanan tidak layak konsumsi.

“Parcel yang sudah mendekati kadaluarsa kemudian dijual murah. Masyarakat taunya murah, tapi sebenarnya makanan tersebut sudah rusak,” himbau Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, Jumat, (18/5/2018).

Pihaknya mengaku saat ini belum bisa melakukan pemantaun secara langsung makanan yang dijual saat bulan Ramadhan. Pemantauan makanan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta akan dilaksanakan menjelang lebaran nanti.

Tak kalah penting masyarakat juga diminta hati-hati membeli jajanan dari pedagang di pinggir jalan. Sebab di khawatirkan moment ini banyak dimanfaatkan pedagang untuk mencari keuntungan semata.

Jika memang ada pedagang nakal yang menjual makanan tidak sehat, Dinas Kesehatan akan turun tangan memberikan pembinaan. “kami akan bekerja sama dengan BPOM DIY dalam memantau keamanan makanan,” demikian ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati. (Wibowo)

Komentar

Komentar