Dinilai Berkembang Sangat Maju, Geopark Gunung Sewu Diklaim Turunkan Kemiskinan

oleh
Koordinasi pengelola Geopark Se Indonesia di Gua Rancang Kencana Playen, Gunungkidul. KH/ Kandar.

PLAYEN,(KH),– Pengelolaan Geopark Gunung Sewu diklaim memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Hal tersebut disampaikan Deputi Koordinasi Sumberdaya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin beberapa waktu lalu disela koordinasi dengan pengelola geopark se Indonesia.

Safri Burhanuddin mengungkapkan, Geopark Gunungsewu merupakan salah geopark yang masuk dalam jaringan geopark Unesco paling maju se Indonesia. Makanya geopark yang berada di tiga propinsi ini menjadi barometer.

“Perkembangan pengelolaan Gunungsewu membuat tingkat kemiskinan masyarakat berubah. Dahulu tingkat kemiskinannya mencapai 20 persen, kemudian saat ini menurun. Tentu saja target dalam dua hingga tiga tahun kedepan harus dibawah dua digit,” harap Safri disela koordinasi di dalam Gua Rancang Kencana, di Desa Bleberan, Kecamatan Playen.

Di luar kebiasaan, rapat sengaja dilangsungkan di salah satu gua bagian bentangan Geopark Gunung Sewu. Selain ingin melihat langsung sejauhmana perkembangan pengelolaan di Gunung Sewu, koordinasi juga bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pengelolaan sebagian besar geopark yang ada di Indonesia.

“Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk melihat dari dekat bagaimana keunikan Gunung Sewu serta pengelolaannya yang terkoordinir dengan baik,” imbuh Safri.

Pengelola geopark baik yang sudah masuk dalam jaringan internasional maupun nasional hadir pada pertemuan tersebut. Termasuk perwakilan dari berbagai wilayah yang masuk sebagai kandidat mendapat pengakuan sebagai geopark.

Menurut Safri, tantangan dari para pengelola geopark lebih banyak karena kurangnya sinergi. Sebagaimana diketahui pengelolaan geopark harus ada keseimbangan antara pemanfaatan alam, menjaga kelestarian budaya masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan alamnya. Tanpa sinergi hal tersebut sulit diwujudkan

Lebih dalam disampaikan, konservasi menjadi kegiatan yang menonjol baru kemudian diikuti pemanfaatan alamya. “Misalnya ada flora fauna yang unik maka harus dijaga. Tujuannya jelas, untuk memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat,” Sambung safri.

Deputi Koordinasi Sumberdaya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin. KH/ Kandar.

Selama ini, support pemerintah dapat dilihat dari perencanaan pembangunan serta kebijakan secaara nasional. Karenanya Bappenas memiliki kewenangan mengontrol setiap progress semua geopark. Demikian juga ditingkat propinsi. Setiap propinsi yang memiliki geopark, di dalam rancangan pembangunan daerah tersebut harus mencakup pengelolaan geopark. Upaya pengembangan terintegrasi dari pusat hingga ke daerah merupakan bentuk dukungan pemerintah.

Pemerintah pusat juga berusaha membuat kebijakan untuk membantu kawasan yang potensial untuk masuk mendapat pengakuan sebagai geopark. Bagi yang sudah masuk agar supaya dipertahankan. Sebab setiap dua tahun status geopark dievaluasi. Sedangkan setiap 4 tahun mendapat penilaian, apakah masih bertahan statusnya atau tidak.

Rinci dijelaskan, 3 indikator pengelolaan geopark berhasil yakni jika geopark, utamanya dari aspek pariwisata mampu mensejahterakan masyarakatnya. Kedua, konservasi alamnya baik flora dan fauna terjaga dengan baik. Lalu yang ketiga budaya masyarakat lokal juga terawat dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono mengaku saat ini terus berusaha agar dari sisi fungsi, geosite tidak hanya berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitarnya saja. Melainkan juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam cakupan yang lebih luas.

“Pengelolaan menuju pelibatan masyarakat yang di luar geosite. Sebab konsep geopark yakni pengembangan kawasan berikut pelibatan masyarakat yang ada di kawasan Gunung Sewu. Semua diharapkan terlibat serta memperoleh manfaat secara utuh dan kongkrit,” harap Hari. (Kandar)

Komentar

Komentar