Diklat Garda Fatayat NU Ke III DIY Digelar Di Gunungkidul

oleh
Diklat divisi Fatgana: Fatayat Tanggap Bencana dengan materi Dapur Umum. (KH/ Kandar)

PLAYEN, (KH),–Ratusan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) DIY mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) III Garda Fatayat (Garfa) di kompleks Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA) Gubukrubuh, Playen, Gunungkidul, Sabtu-Minggu, 5-6 Oktober 2019.

Kasat Korcab Garfa Gunungkidul, Mujinem SAG menyebutkan, DTD III diikuti 138 peserta. Beberapa materi diklat diantaranya ke-Garfaan, kebangsaan, Ke-NU-an, Aswaja, Fatayat, baris berbaris, kecakapan dapur umum dan lain-lain.

Perempuan yang berdinas di SMPN 1 Saptosari ini mengutarakan, diklat menjadi bagian langkah dan gerakan kader Fatayat agar lebih siap untuk memberikan andil di tengah masyarakat. Kader dibekali salah satunya ketrampilan protokoler yakni membantu pengamanan agenda masyarakat dan pengawalan tokoh masyarakat.

“Diharapkan Fatayat memiliki kecakapan dan mampu bertindak sederhana namun bermakna bagi lingkungan dan masyarakat. Contohnya apabila dalam kegawatdaruratan bencana, Garfa dapat hadir menggerakkan dapur umum,” papar Mujinem.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi usai membuka diklat mengatakan, dalam konteks yang lebih luas diklat merupakan pembekalan SDM dalam rangka turut mengisi pembangunan sebagai wujud cinta pada NKRI.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Fatayat NU DIY, Khotimatul Husna menambahkan, dalam diklat kader juga dibekali kemampuan melakukan pertolongan pertama khususnya pada anak dan perempuan.

“Ada juga Fatgana, yakni Fatayat Tanggap Bencana. Berlatih bertugas memberikan respon cepat adanya bencana alam. Baik di dapur umum dan baksos kebutuhan anak dan perempuan serta pendampingan psikologis korban bencana,” jelasnya.

Sebagaimana diklat pertama dan ke dua, kegiatan diklat, diakhiri dengan pembaiatan oleh pengurus Fatayat pusat. (Kandar)

Komentar

Komentar